'Raja Ular' di Kuningan yang Bikin Bergidik dan Sulit Pergi

'Raja Ular' di Kuningan yang Bikin Bergidik dan Sulit Pergi

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 11 Okt 2026 13:00 WIB
Proses evakuasi kobra yang nangkring di jok motor warga Kuningan
Proses evakuasi kobra yang nangkring di jok motor warga Kuningan. (Foto: Istimewa)
Kuningan -

Ketenangan warga Desa Dukuhpicung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, mendadak terusik oleh kemunculan seekor ular king kobra berukuran besar. Reptil sepanjang sekitar 2,5 meter itu awalnya terlihat berada di atas jok sepeda motor di halaman rumah warga, sebelum akhirnya menyelinap ke dalam kandang ayam.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB itu berlangsung di rumah seorang warga bernama Yani (35). Ular tersebut pertama kali diketahui keponakannya, Puspita Sari, yang sontak berteriak meminta pertolongan setelah melihat hewan berbisa itu.

Teriakan Puspita mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi dan mencoba mengusir ular tersebut, tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih menjauh, king kobra itu justru masuk ke kandang ayam. Warga yang telanjur panik memilih tidak mendekat karena khawatir ular tersebut membahayakan keselamatan mereka.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan keluarga korban akhirnya mencari nomor telepon petugas pemadam kebakaran melalui media sosial. Setelah menemukan kontak yang dibutuhkan, mereka segera meminta bantuan untuk mengevakuasi ular tersebut.

ADVERTISEMENT

"Awalnya keponakan Ibu Yani melihat ular king kobra di halaman rumah sedang berdiri di jok motor," tutur Arga, Jumat (9/10/2026).

Menurut Arga, warga sempat berusaha mengusir ular itu, tetapi hewan tersebut tidak kunjung pergi. Situasi semakin membuat warga khawatir ketika ular berpindah ke kandang ayam yang sulit dijangkau.

Mendapat laporan tersebut, Damkar Kuningan mengerahkan empat personel ke lokasi. Petugas harus ekstra hati-hati karena ular berada di sudut kandang ayam yang sempit, sehingga ruang gerak mereka untuk melakukan evakuasi menjadi terbatas.

Setelah berjibaku selama sekitar lima menit, petugas akhirnya berhasil mengamankan ular tersebut. Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat ukuran ular yang cukup besar dan potensi bahayanya.

Arga memperkirakan ular itu berasal dari kebun di sekitar rumah warga. Kondisi lingkungan yang berdekatan dengan kebun dan lahan terjal diduga menjadi salah satu faktor yang memungkinkan ular masuk ke permukiman.

"Untuk panjang sekitar 2,5 meter. Hambatannya sedikit menyulitkan dan butuh kehati-hatian dalam penanganan karena berada di pojok dalam kandang ayam," jelas Arga.

Ia juga mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap kemungkinan ular masuk ke rumah, terutama jika lingkungan tempat tinggal berdekatan dengan area yang menjadi habitatnya.

Menurut Arga, ular dapat mendatangi permukiman untuk mencari mangsa seperti tikus dan serangga, menemukan tempat berlindung yang hangat dan lembap, atau memanfaatkan celah kecil pada bangunan untuk masuk.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan serta menutup lubang atau celah yang berpotensi menjadi akses masuk ular. Jika menemukan ular berbahaya, warga sebaiknya tidak mencoba menangkap atau mengusirnya sendiri dan segera meminta bantuan petugas.

Masyarakat yang membutuhkan layanan kebakaran maupun penyelamatan di wilayah Kabupaten Kuningan dapat menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan di nomor(0232) 871113.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads