Belasan ribu kelelawar ditemukan bersarang di atap rumah milik Enung, seorang warga di Kampung Gentong, Desa Buniasih, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (14/4). Rumah tersebut diketahui sudah lama tidak dihuni oleh pemiliknya.
"Aduh banyak pisan kelelawarnya. Saya minta bantuan Damkar," kata Enung.
Petugas UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan tersebut. Satu regu dikerahkan menuju lokasi dengan waktu tempuh lebih dari dua jam perjalanan. Tim tersebut diterjunkan khusus untuk mengevakuasi kawanan kelelawar yang meresahkan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menerima laporan dari warga langsung bergerak cepat ke lokasi. Kami bawa alat jaring," Kata Komandan Regu Damkar Kabupaten Tasikmalaya Aam kepada detikjabar, Selasa (14/4/2026).
Aam menambahkan, awalnya pemilik rumah hanya melaporkan adanya kelelawar yang bersarang di atap. Namun, pemilik tidak merinci bahwa kawanan kelelawar tersebut berjumlah sangat banyak.
"Kami hanya bawa jaring. Gak tahu kondisi kelelawar ada banyak. Bisa di atas 15 ribu itu. Muluk pokonya banyak," Kata Aam.
Belasan ribu kelelawar diketahui bersarang di bagian atap sebuah rumah yang sudah lama ditinggalkan pemiliknya. Kawanan kelelawar tersebut bergelantungan memenuhi kayu penopang genting hingga plafon rumah. Kondisi rumah yang lembap dan kosong dalam waktu lama diduga menjadi penyebab atap rumah dijadikan koloni besar oleh kelelawar.
"Ya karena lembap dan memang gampang masuknya ada lobang," Kata Aam.
Proses evakuasi belasan ribu kelelawar ini berjalan dramatis dan memakan waktu sekitar empat jam. Awalnya petugas mencoba menggunakan jaring untuk menangkap kelelawar. Namun, cara tersebut tidak efektif karena jumlah kelelawar yang sangat banyak membuat proses penangkapan sulit dilakukan.
Petugas akhirnya mengubah strategi dengan teknik pengasapan. Sebelumnya, bagian eternit dan sejumlah genting rumah sengaja dibuka untuk memberi jalur keluar. Asap dari pembakaran yang dibuat di dalam rumah perlahan membuat ribuan kelelawar berhamburan keluar melalui atap yang sudah terbuka.
"Kami akhirnya lakukan pengasapan ya. Kemudian eternit dan sebagian genting dibuka. Kelelawar perlahan keluar," Kata Aam.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya Engking membenarkan pihaknya turun langsung setelah menerima laporan warga. Engking menyebut mayoritas kelelawar berhasil diusir keluar dari atap rumah. Beberapa di antaranya juga berhasil ditangkap petugas saat proses evakuasi berlangsung.
"Alhamdulillah bisa bantu warga dan kami selesaikan tugasnya dengan baik tanpa merusak," Kata Engking.
Kondisi rumah yang kosong dan lembap dalam waktu lama menjadi faktor utama kawanan kelelawar menjadikan atap sebagai tempat berkoloni. Hingga Selasa sore, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada kelelawar yang tersisa di dalam rumah.
"Warga diimbau segera melapor jika menemukan satwa liar bersarang dalam jumlah besar di permukiman. Selain mengganggu, kotoran kelelawar juga berpotensi membawa penyakit," katanya.
(sud/sud)
