Hujan Abu Vulkanik, Bolehkah Nyalakan AC?

Hujan Abu Vulkanik, Bolehkah Nyalakan AC?

Tim detikProperti - detikJabar
Senin, 07 Sep 2026 21:30 WIB
Ilustrasi AC
Ilustrasi AC (Foto: Getty Images/onurdongel)
Bandung -

Hujan abu vulkanik membuat aktivitas warga di sejumlah wilayah termasuk di Kota Bandung ikut terganggu. Bukan hanya soal jarak pandang dan kebersihan rumah, masyarakat juga perlu memperhatikan sejumlah peralatan elektronik yang tetap digunakan selama abu bertebaran, termasuk air conditioner atau AC.

Pertanyaan yang kemudian muncul cukup sederhana, tetapi penting: bolehkah menyalakan AC saat hujan abu vulkanik? Jawabannya tidak bisa disamaratakan. Kondisi abu di sekitar rumah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan sebelum AC dinyalakan.

Dilansir detikSport yang mengutip dari Inquirer.net, perusahaan AC Conception Industrian Corporation (CIC) menjelaskan penggunaan AC ketika terjadi hujan abu vulkanik. Menurut perusahaan tersebut, AC masih dapat digunakan ketika hujan abu tergolong ringan, baik untuk jenis split maupun window AC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini berkaitan dengan cara kerja AC. Perangkat tersebut pada dasarnya menggunakan udara yang sudah berada di dalam ruangan untuk membantu mendinginkan suhu, bukan mengambil udara luar secara langsung sebagai sumber udara pendingin. Karena itu, ketika abu vulkanik masih tipis, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat AC harus dimatikan.

ADVERTISEMENT

Namun, situasinya berbeda ketika hujan abu semakin tebal. Dalam kondisi tersebut, menyalakan AC justru dapat membuat komponen di bagian luar perangkat bekerja dalam kondisi yang kurang ideal.

Saat Abu Tebal, Sebaiknya AC Dimatikan

Abu vulkanik yang menumpuk dapat masuk dan menempel pada bagian luar AC, terutama pada kumparan kondensor atau condenser coil yang terdapat pada unit outdoor.

Jika abu terus menumpuk sementara AC tetap bekerja, aliran dan pelepasan panas pada bagian tersebut dapat terganggu. Dalam kondisi tertentu, kompresor bisa mengalami overheating atau panas berlebih.

Karena itu, ketika hujan abu vulkanik berlangsung cukup berat, AC disarankan tidak digunakan terlebih dahulu. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko gangguan pada komponen dan sistem pendingin.

Artinya, warga tidak perlu langsung panik setiap kali melihat abu vulkanik turun. Jika abu hanya tipis, AC masih dapat digunakan. Sebaliknya, jika lingkungan mulai dipenuhi abu yang cukup tebal, mematikan AC untuk sementara menjadi pilihan yang lebih aman.

Jangan Lupa Bersihkan AC Setelah Abu Berhenti

Persoalan AC belum selesai meskipun hujan abu sudah reda. Abu yang terlanjur menempel pada unit outdoor tetap perlu dibersihkan agar tidak menumpuk dan mengganggu kinerja perangkat.

Conception Industrian Corporation (CIC) menyarankan AC dibersihkan setelah hujan abu berhenti, baik ketika paparan abu tergolong ringan maupun berat. Debu dan abu yang menempel dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner.

Namun, proses pembersihan juga perlu dilakukan dengan hati-hati. Terutama pada unit outdoor AC split, penggunaan air tidak boleh sembarangan karena terdapat kumparan dan papan sirkuit yang dapat mengalami gangguan apabila terkena air.

Dengan kata lain, jangan terburu-buru menyiram bagian luar AC hanya karena permukaannya terlihat penuh abu. Pastikan metode pembersihan tidak justru menimbulkan masalah baru pada komponen listrik.

Tutup Rumah Agar Abu Tidak Masuk

Selain memperhatikan unit AC, kondisi ruangan juga tidak kalah penting. Selama hujan abu vulkanik berlangsung, pintu dan jendela sebaiknya ditutup rapat untuk mengurangi kemungkinan abu masuk ke dalam rumah.

Langkah ini menjadi penting karena AC bekerja dengan mendaur ulang udara yang berada di dalam ruangan. Jika rumah dalam keadaan tertutup, kemungkinan abu dari luar masuk ke dalam ruangan dapat diminimalkan.

Warga juga sebaiknya memperhatikan kondisi abu di sekitar rumah sebelum memutuskan menggunakan AC. Semakin tebal abu yang turun, semakin besar pula perhatian yang diperlukan terhadap perangkat pendingin, khususnya bagian outdoor.

Hujan abu vulkanik sendiri dilaporkan dirasakan sejumlah warga di wilayah Jabodetabek hingga Bandung sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat. Sejumlah sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh, sementara beberapa perkantoran menerapkan work from home.

Artikel ini telah tayang di detikProperti.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads