4 Cara agar Kucing Tak Lagi Mencakar Sofa hingga Karpet di Rumah

Tim detikProperti - detikJabar
Selasa, 08 Sep 2026 05:00 WIB
Ilustrasi kucing di sofa (Foto: Istock)
Bandung -

Memelihara kucing di rumah memang bisa membuat suasana lebih hidup. Tingkahnya yang menggemaskan sering menjadi hiburan setelah menjalani aktivitas seharian. Namun, ada satu kebiasaan kucing yang terkadang membuat pemilik mengelus dada. Sofa, karpet, keset, bahkan sisi lemari bisa menjadi sasaran cakarnya.

Bagi pemilik rumah, kebiasaan tersebut tentu bukan sekadar mengganggu. Jika dilakukan terus-menerus, permukaan furnitur bisa rusak dan tampak berantakan. Meski begitu, kucing sebenarnya tidak sedang sengaja merusak barang kesayangan pemiliknya. Mencakar merupakan perilaku alami kucing yang berkaitan dengan kondisi cakar dan nalurinya.

Karena itu, memarahi kucing setiap kali mencakar belum tentu menjadi solusi. Cara yang lebih tepat adalah menyediakan tempat alternatif sekaligus mengarahkannya agar terbiasa menggunakan tempat tersebut.

Lantas, bagaimana cara mencegah kucing mencakar sofa dan karpet di rumah?

Kenapa Kucing Suka Mencakar Sofa dan Karpet?

Dilansir detikProperti, sebelum menghentikan kebiasaan tersebut, penting untuk memahami alasan kucing mencakar. Cakar kucing terdiri dari beberapa lapisan. Aktivitas mencakar membantu kucing melepaskan bagian luar cakar yang sudah lama sekaligus menjaga bagian cakar yang baru tetap tajam.

Kebiasaan tersebut juga merupakan bagian dari naluri alaminya. Di alam liar, kucing menggunakan cakar untuk berbagai keperluan, termasuk berburu, memanjat, dan mempertahankan diri.

Itulah sebabnya kucing rumahan tetap memiliki dorongan untuk mencakar meskipun tidak perlu berburu atau memanjat pohon untuk mendapatkan makanan. Masalahnya, ketika tidak tersedia tempat khusus untuk mencakar, sofa, karpet, atau furnitur lain bisa menjadi sasaran.

1. Sediakan Tempat Khusus untuk Mencakar

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan kucing tempat khusus untuk menyalurkan kebiasaannya. Tiang atau scratching post dapat ditempatkan di dalam rumah sehingga kucing memiliki pilihan selain sofa dan karpet.

Namun, jangan langsung beranggapan semua kucing menyukai jenis scratcher yang sama. Setiap kucing bisa memiliki preferensi berbeda. Ada yang menyukai kain pelapis, tali, kayu, kardus, hingga permukaan seperti karpet.

Karena itu, pemilik perlu mengamati benda atau permukaan apa yang paling sering dicakar oleh kucing. Dari sana, pilih scratching post dengan material yang memiliki tekstur serupa.

Dengan menyediakan alternatif yang sesuai, kucing memiliki tempat untuk memenuhi kebutuhan mencakarnya tanpa harus menjadikan furnitur rumah sebagai sasaran.

2. Letakkan Scratcher Dekat Furnitur Favoritnya

Membeli scratching post saja belum tentu membuat kucing langsung menggunakannya. Penempatan juga memiliki peran penting. Dilansir dari PetMD, tiang atau tempat mencakar sebaiknya diletakkan di dekat furnitur yang selama ini menjadi sasaran kucing.

Misalnya, jika kucing sering mencakar sofa, letakkan scratching post di dekat sofa tersebut. Tempat lain yang dapat dipertimbangkan adalah area dekat tempat makan, kotak pasir atau litter box, maupun lokasi tidur kucing.

Kucing sering kali mencakar setelah bangun tidur atau selesai makan. Karena itu, menempatkan scratcher di lokasi yang sering dilewati kucing dapat membuatnya lebih mudah beralih dari furnitur ke tempat khusus tersebut.

3. Bantu Kucing Mengenali Tempat Mencakar

Sudah menyediakan scratcher, tetapi kucing malah kembali mencakar sofa? Jangan langsung menyerah. Kucing terkadang membutuhkan waktu untuk mengenali bahwa tempat baru tersebut memang diperuntukkan sebagai lokasi mencakar.

Pemilik dapat membuat area di sekitar scratcher lebih menarik bagi kucing. Salah satunya dengan menggunakan catnip atau camilan favorit di dekat tempat tersebut.

Ketika kucing mulai tertarik dan menggunakan scratcher, berikan respons positif. Dengan cara itu, kucing secara bertahap dapat mengasosiasikan tempat tersebut sebagai area yang aman dan menyenangkan untuk mencakar.

Yang terpenting, jangan memaksa atau menakut-nakuti kucing ketika sedang belajar menggunakan scratcher.

4. Lindungi dan Jauhkan Furnitur dari Jangkauan

Selama kucing belum sepenuhnya terbiasa menggunakan tempat khusus, furnitur di rumah tetap perlu dilindungi. Awasi perilakunya ketika bermain di dalam ruangan. Jika mulai mendekati sofa atau karpet untuk mencakar, arahkan perhatiannya ke scratcher yang sudah disediakan.

Beberapa perubahan sederhana pada posisi furnitur juga dapat dilakukan. Karpet yang menjadi sasaran dapat dilipat atau dipindahkan sementara. Sofa juga bisa digeser ke lokasi yang lebih sulit dijangkau kucing.

Langkah tersebut bukan berarti melarang kucing mencakar. Tujuannya adalah mengurangi kesempatan kucing mengulangi kebiasaan mencakar furnitur sambil membangun kebiasaan baru.

Artikel ini telah tayang di detikProperti.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork