Layanan Digital Kabupaten Sumedang Diklaim Lampaui Estonia

Layanan Digital Kabupaten Sumedang Diklaim Lampaui Estonia

Jihaan Khoirunnisa - detikJabar
Rabu, 30 Nov 2022 08:53 WIB
FGD Pemkab Sumedang di Estonia
Foto: Pemkab Sumedang
Jakarta -

Delegasi benchmarking Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), yang masuk dalam rangkaian kunjungan untuk belajar penerapan digital service di Tallin, Estonia. Pada kegiatan ini dipaparkan upaya digitalisasi yang dilakukan Pemerintah Estonia.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan Sumedang juga telah menyusun peta jalan transformasi digital seperti yang dilakukan oleh Estonia.

"Bahkan untuk beberapa use case (layanan digital) Sumedang lebih baik dari Estonia. Misal, penggunaan WAKEPO (WA Kebutuhan Informasi dan Pelayanan Online). Tinggal penguatan literasi digital warga, interoperabilitas data, dan konsistensi kepemimpinan yang kuat dalam implementasi transformasi digital," ucap Dony dalam keterangan tertulis, Rabu (30/11/2022.


Lebih lanjut Dony menyampaikan hal yang bisa dicontoh dari Estonia yaitu penerapan citizen centric. Dengan melakukan shifting dari 'governing for citizen to governing with citizen' atau 'berpemerintahan untuk warga ke berpemerintahan bersama warga'.

"Lesson learned atau hikmah utama dari Estonia adalah kunci sukses transformasi digital terletak pada kepemimpinan yang kuat dari pemerintah, partisipasi aktif dunia usaha, serta kesadaran dan literasi warga. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kebijakan pemerintahan dan kehidupan warga harus berbasis data (Data driven government and data driven citizen)," tuturnya.

"Apabila Sumedang mengeksekusi hal tersebut, saya yakin digital services Sumedang akan sama, bahkan melampaui Estonia. Keyakinan kami, itu akan terjadi tahun 2025," lanjut Doni.

Sementara itu, Digital Transformation Advisor e-Estonia Carmen Raal menyebut ada 3 hal penting dalam langkah transformasi digital di Estonia. Pertama yaitu membangun lembaga pendidikan di bidang ICT (the institute of cybernetics).

"(Lalu) mengembangkan kerja sama pemerintah dengan dunia usaha (public private partnership), serta mempersiapkan generasi muda, terutama anak-anak, melalui pendidikan ICT yang masif (tiger leap)," kata dia.

Dia pun merinci sejumlah indikator keberhasilan transformasi digital di Estonia. Di antaranya seluruh wilayah Estonia tercover jaringan internet, 99 % layanan publik tersedia secara online, penduduk Estonia bisa melaporkan pajak secara online dan real time dalam 3 menit.

Diketahui, Estonia negara pertama di dunia yang mengadopsi teknologi blockchain secara nasional. Langkah ini dapat mendorong efisiensi waktu dan biaya pemerintahan, karena tanda tangan digital dan dokumen elektronik. Lalu 47% warganya juga bisa berpartisipasi dalam e-voting.

Estonia sendiri telah menerapkan identitas elektronik. Setiap warga wajib memiliki identitas elektronik sejak usia 15 tahun, yang tersedia dalam bentuk kartu dan digital. Selain itu, 96 ribu perusahaan terdaftar dalam layanan e-residency.

Di sisi lain, Estonia juga memiliki X-Road yang merupakan platform pertukaran dan interoperabilitas data antar institusi pemerintah, bank, swasta, maupun stakeholder lainnya.

Carmen mengatakan pihaknya memprioritaskan keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Dengan mengedepankan 3 pilar utama dalam keamanan informasi, yaitu confidentiality, availability, dan integrity.

"e-Estonia dibangun melalui kolaborasi pemerintah dengan swasta, salah satunya Cybernetics, yang merupakan perusahaan teknologi terdepan dan terbesar dalam bidang cyber security dan data interoperability di Estonia," tuturnya.



Simak Video "F-15 Milik AS Bersama F-16 Fighting Falcon Bersiaga di Eropa Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)