Cerita Warga Sumedang yang Bangun Startup di Finlandia

Cerita Warga Sumedang yang Bangun Startup di Finlandia

Atta Kharisma - detikJabar
Senin, 28 Nov 2022 10:43 WIB
Warga Kabupaten Sumedang Ahmad Oki Mualim
Foto: Pemkab Sumedang
Jakarta -

Warga Kabupaten Sumedang Ahmad Oki Mualim membangun startup IOVuo Oy yang bergerak di bidang teknologi satelit navigasi dan akurasi posisi di Helsinki, Finlandia. Menjajal usaha di Helsinki selama 1 tahun lebih, Ahmad telah membawa startup miliknya merambah pasar global hingga mengerjakan proyek BUMN monitoring struktur zetty serta monitoring sandar untuk kapal tanker minyak dan gas di Pertamina.

"Sebenarnya saya sudah punya perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang teknologi kelautan, PT. Gliggy Digital Indonesia. Alhamdulillah saya mendapatkan tawaran dari Pemerintah Finlandia untuk membangun startup dengan target market global," ungkap Oki dalam keterangan tertulis, Senin (28/11/2022).

Oki menjelaskan dukungan dari Pemerintah Finlandia terhadap pengembangan startup miliknya sangat luar biasa. Mulai dari pendampingan berupa nasihat bisnis dari profesional, fasilitas di lingkungan startup seperti akselerator dan agregator, hingga mendapatkan roadmap untuk pendataan dari investor global.


"Kita bisa belajar dari mereka. Bisnis startup di Indonesia masih terkendala, antara lain dalam kerja sama penelitian, fasilitas pendanaan dan aksesibilitas pasar," imbuh Oki.

"Karena itu, agar para startup bertumbuh, khususnya di bidang teknologi, saya sarankan berikan akses ke institusi pendidikan dan research, kasih jaminan untuk penerapan penelitian sejalan dengan kebutuhan industri, serta berikan akses pendanaan untuk pengembanagan produk dan pilot project," jelasnya.

Pria asal Desa Pamekaran, Kecamatan Rancakalong Sumedang ini mengaku mengenyam pendidikan S2 di Novia Autonomous Maritime Operation di Turku Finlandia. Adapun hasil penelitiannya terkait teknologi akurasi presisi dan jaringan data jarak jauh yang rencananya akan dipatenkan di Eropa.

Sebagai diaspora, Oki berencana melakukan uji coba teknologinya di Kabupaten Sumedang.

"Nanti kita akan ujicobakan teknologi ini untuk monitoring pergerakan tanah sebagai usaha preventif terjadinya bencana longsor di Sumedang. Pendanaannya akan didukung oleh Pemerintah Finlandia. Hal itu dimungkinkan karena memiliki dampak terhadap pembangunan berkelanjutan. Pemerintah disini sangat konsen dengan SDGs," ujarnya.

Oki menyebutkan proyek uji coba tersebut kemungkinan akan dieksekusi pada awal tahun 2023. Ia berharap teknologi miliknya bisa bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sumedang. Oki pun menyampaikan apresiasi kepada bupati dan Pemkab Sumedang yang telah mendukung transformasi digital.

"Apresiasi untuk Pak Bupati dan Pemda Kabupaten Sumedang yang telah melakukan transformasi digital, hingga menjadi yang terbaik di Indonesia. Untuk itu pula, saya menyambut baik kegiatan benchmarking ini karena bisa meningkatkan kualitas digital services di Sumedang, dengan mencontoh best practices di Finlandia" tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengaku bangga ada startup milik diaspora Sumedang merambah pasar global.

"Mudah-mudahan bisa menginspirasi putra daerah Sumedang lainnya untuk berkiprah dalam bisnis digital, bukan hanya di level lokal dan nasional, tapi juga global seperti Kang Oki ini," harapnya.

Dony mengungkapkan fenomena startup di kancah global ini merupakan trend positif yang harus didukung oleh semua pihak.

"Ini bukti SDM kita tidak kalah bersaing di pentas global. Sebagai kolaborator, Pemda akan memberikan fasilitasi dan menyiapkan iklim kondusif bagi bertumbuhnya usaha startup," pungkas Dony.



Simak Video "Mitos dan Fakta Seputar Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)