Risiko Melaut Tinggi, 495 Nelayan Kecil di Indramayu Dicover Asuransi

Risiko Melaut Tinggi, 495 Nelayan Kecil di Indramayu Dicover Asuransi

Jihaan Khoirunnissa - detikJabar
Kamis, 06 Okt 2022 09:42 WIB
Pemkab Indramayu
Foto: Pemkab Indramayu
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Indramayu meluncurkan program perlindungan bagi nelayan kecil. Program tersebut berupa premi asuransi ketenagakerjaan yang diberikan kepada 495 nelayan.

Penyerahan asuransi ketenagakerjaan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Indramayu Nina Agustina Da'i Bachtiar kepada 3 orang perwakilan nelayan pada Malam Pembukaan Indramayu Expo 2022 di kawasan Sport Centre Indramayu, Senin (3/10) lalu.

Diketahui, program perlindungan bagi nelayan ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke-495 Kabupaten Indramayu. Sekaligus bagian dari 99 program prioritas Pemkab Indramayu. Adapun dana yang digunakan bersumber dari anggaran APBD Kabupaten tahun 2022.


Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu Edi Umaedi mengatakan program asuransi ini secara bertahap akan terus dilanjutkan untuk melindungi nelayan kecil. Dia berharap nantinya para nelayan kecil juga secara swadana dapat melindungi diri dan keluarganya dengan asuransi, terlebih para nelayan kategori besar.

"Saat ini nelayan kategori besar telah memulai melindungi dirinya dengan asuransi ketenagakerjaan. Diharapkan nantinya nelayan kecil pun dapat turut program asuransi ketenagakerjaan ini secara swadana," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/10/2022).

Menurutnya asuransi ini penting guna melindungi para nelayan yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan saat melaut. Padahal di sisi lain, perjuangan mereka turut memberikan kontribusi bagi ketersediaan pangan yang bergizi bagi masyarakat. Bahkan nelayan Indramayu tercatat memberikan kontribusi 50 % lebih terhadap produksi perikanan tangkap di Jawa Barat.

Sayangnya, Edi menyebut masih banyak nelayan yang belum terlindungi asuransi. Berdasarkan data saat ini dari sebanyak 41.654 nelayan, hanya 25.668 saja yang telah memiliki premi asuransi.

"Sayangnya dari nelayan yang memiliki premi asuransi pun banyak yang sudah tidak aktif lagi atau berhenti. Data yang masih aktif di BPJS hanya tersisa 8.754 orang," paparnya.

Dia pun mendorong agar ke depan semua nelayan di Kabupaten Indramayu dapat melindungi diri dan keluarganya melalui jaminan asuransi ketenagakerjaan, baik melalui program pemerintah, CSR dunia usaha/perusahaan, maupun secara swadana.

Sebagai informasi, pada kesempatan yang sama Bupati Indramayu juga memberikan secara simbolis klaim asuransi yang diberikan kepada ahli waris Rosandi sebesar Rp 230,5 juta. Sebelumnya juga telah diberikan klaim asuransi sebesar Rp 750 juta kepada 6 ahli waris korban kecelakaan kapal cumi di perairan laut Jawa.



Simak Video "Dani, Bocah SMP, Kemudikan Perahu untuk Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)