Pemkab Indramayu Gelar Baksos untuk Nelayan, Salurkan 2.000 Sembako

Erika Dyah - detikJabar
Jumat, 16 Sep 2022 18:48 WIB
Pemkab Indramayu Gelar Baksos
Foto: Pemkab Indramayu
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan Bakti Sosial untuk nelayan di lapangan Pantai Karangsong. Bupati Indramayu Nina Agustina Da'i Bachtiar mengungkapkan pihaknya menyediakan 2.000 paket sembako yang disebar dalam 5 muara sungai di sekitar wilayah pantai utara.

Ia menjelaskan Kabupaten Indramayu berkontribusi sebanyak 34,8% produksi perikanan di Jawa Barat. Serta menjadi kabupaten penghasil ikan terbesar dibandingkan dengan daerah lainnya di Jawa Barat. Menurutnya, capaian dalam sektor perikanan ini diraih berkat peran nelayan yang sangat penting.

Untuk itu, pihaknya menyalurkan bantuan sosial dengan harapan bantuan tersebut menjadi kebahagiaan dan motivasi bagi para nelayan untuk semakin meningkatkan hasil produksi perikanannya.


"Saya berharap untuk ke depannya, sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin meningkat dan semakin banyak pula program-program yang dapat menyasar masyarakat pesisir dalam hal ini para nelayan, agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," ungkap Nina dalam keterangan tertulis, Jumat (16/9/2022).

Dalam kegiatan yang berlangsung Kamis (15/9), Nina juga mengungkap potensi sumber daya dari Kabupaten Indramayu yang dijuluki sebagai Kota Mangga Gedong Gincu. Menurutnya, julukan tersebut tersemat karena di Indramayu mangga tumbuh subur bahkan di pekarangan rumah sekalipun.

"Kabupaten Indramayu berada di pesisir utara Pulau Jawa dengan panjang garis pantainya kurang lebih 147 KM dan menjadi yang terpanjang di Jawa Barat. Sumber daya alam yang dimiliki begitu melimpah, mulai dari pertanian, perikanan hingga migas. Adapun masyarakat Indramayu mayoritasnya sebagai petani dan nelayan," jelasnya.

Dihadiri Gubernur dan Kapolda Jawa Barat

Diketahui, kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana. Nina menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kedatangan dua tokoh tersebut dalam sambutannnya.

Ia mengaku kedatangan Gubernur dan Kapolda menjadi sebuah kebanggaan serta kebahagiaan bagi pihaknya. Nina menambahkan pertemuan ini juga mampu menambah semangat pihaknya untuk berupaya lebih maksimal dalam menyejahterakan masyarakat, khususnya masyarakat nelayan.

"Tidak lupa kami menyampaikan terima kasih atas bantuan sosial yang diberikan kepada para nelayan. Bantuan ini menjadi bukti Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda selalu hadir di tengah-tengah masyarakat," ujar Nina.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap alasan dirinya dan Kapolda Jabar berkunjung ke Kabupaten Indramayu. Kang Emil mengaku imbas dari kenaikan BBM yang terjadi sekarang berpengaruh terhadap kesejahteraan para nelayan di wilayah Karangsong.

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan dana bantuan untuk para nelayan hingga Rp 27 miliar untuk menambah dana bantuan dari pemerintah pusat.

"Bahan bakar minyak naik sehingga untuk alternatif jangka pendeknya, saya sudah putuskan dan sudah disisihkan anggaran untuk menambah bantuan. Jadi selama 4 bulan nanti keluarga nelayan-nelayan akan kita kasih bantuan langsung uang tunai dari Gubernur dan sudah disiapkan Rp 27 miliar sampai Desember," papar Kang Emil.

Kang Emil juga menegaskan perlu percepatan pendataan para nelayan, khususnya nelayan di Kabupaten Indramayu.

"Agar bantuan tersebut cepat turun maka, pendataan para nelayan khususnya nelayan di Kabupaten Indramayu kalau bisa dipercepat dan mudah-mudahan bantuan ini bisa mengurangi beban keluarga," tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Emil mengatakan prioritas bantuan akan diberikan kepada para nelayan. Sebab harga komoditas ikan di pasar sudah mengalami kenaikan dibanding dengan komoditas lainnya.

"Bantuan ini diprioritaskan untuk para nelayan karena dibandingkan dengan harga cabai atau sayuran lainnya, harga ikan di pasar sudah mengalami kenaikan karena pengaruh dari naiknya harga BBM," tuturnya.

Kang Emil mengungkap pihaknya berencana menambah fasilitas cold storage untuk penyimpanan ikan dan akan melakukan pengerukan sungai secara rutin. Selain itu, akan diterapkan teknologi tenaga surya sebagai pergantian bahan bakar kapal nelayan menjadi kapal listrik dengan memanfaatkan panas terik di wilayah Kabupaten Indramayu.

"Sekarang ini, di dunia tepatnya di Negara India sudah ada perahu yang memakai tenaga surya penghasil listrik yang dapat menggantikan bahan bakar minyak untuk para nelayan. Hal tersebut dapat menjadi contoh teknologi untuk nantinya dapat diterapkan kepada para nelayan," terang Kang Emil.

"Jangka menengahnya adalah membangun fasilitas cold storage, melakukan pengerukan rutin muara sungai dan penyesuaian teknologi baru perahu dengan tenaga matahari. Wilayah Indramayu yang cukup terik dapat dimanfaatkan untuk teknologi tenaga surya," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Dirpolairud Polda Jabar Arnapi, Dandim 0616 Indramayu Letkol ARM Andang Radianto, Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif, Ketua Pengadilan Negeri Indramayu Rudi Surotomo, Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu Ajie Prasetya, Sekda Indramayu Rinto Waluyo, serta beberapa Kepala Perangkat Daerah terkait di Kabupaten Indramayu.

(ncm/ega)