Man Jasad Bicara Perkembangan Musik Metal di Indonesia

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 24 Jul 2022 20:30 WIB
Man Jasad.
Man Jasad. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Kemunculan Voice of Baceprot (VOB) membuktikan musik metal di Indonesia terus berkembang dan beregenerasi. Bahkan, musik metal bisa digeluti siapapun tanpa memandang gender.

Vokalis Jasad Mohamad Rohman atau karib disapa Man Jasad menyebut, saat ini banyak band metal pendatang baru di Indonesia. Ini jadi sinyal bagus bagi perkembangan musik cadas.

"Justru sekarang musik metal di Indonesia yang dulunya underground menjadi industri baru. Kita buat pasar sendiri, jejaring sendiri. Kalau bilang kemandiriaan, inilah kemandirian kita," kata Man dalam wawancara khusus bersama detikJabar di Bandung belum lama ini


Man mengklaim band metal di Indonesia sangat banyak dan jumlahnya ratusan. Bahkan jumlahnya dapat melebihi band metal di Amerika.

"Angkanya sangat banyak, kalau diukur metal battle (Wecken Metal Battle Indonesia 2022) itu ada 387 band yang ikut, jadi sangat banyak sekali. Jika dibandingkan dengan Amerika sendiri, saya sangat berani (menyebut) masih banyak di Indonesia," ungkapnya.

Bahkan, jika merujuk pada data terakhir yang dirisetnya tahun 2010 lalu, band metal di Bandung saja lebih dari 100.

"Data terakhir 2010 di Bandung saja ada 140 band death metal, di luar metal core dan lain sebagainya. Mereka aktif, aktif itu artian manggung dan punya album. Saya belum bikin riset lagi data terbaru," jelas Man.

Namun, ada salah satu hal menarik dari kemunculan band metal di Indonesia. Yang paling mencuri perhatian adalah Voice of Baceprot alias VOB.

Band asal Garut ini sudah go international. Bahkan yang terdekat bakal manggung dalam Wakcen Open Air 2022 di Nurenberg, Jerman.

Man berharap kemunculan VOB yang menggemparkan pecinta musik cadas dunia bisa membuktikan dengan musik dan hijabnya ini membuka mata orang-orang Eropa, terutama Islam phobia. Islam itu tidak seheboh atau senegatif yang mereka pikirkan. Sebaliknya, justru menjadi inspirasi banyak orang.

"Harapan saya, salah satu bukti eksistensi kita di kancah global, tentang keberadaan Indonesia sebagai negara, sebagai komunitas besar dengan ada Wacken itu kita buktikan," ujarnya.

Secara khusus, Man berharap warga Indonesia jangan hanya jadi bangsa followers. Sebaliknya justru harus jadi leader dan bisa menggelar festival band metal sebesar Wacken Open Air 2022.

"Tong laloba gaya, buktikeun ku karya (jangan banyak gaya, buktikan dengan karya) dan semua karya kita bisa berkontibusi positif di ranah global," pungkasnya.

(wip/ors)