Ngeri! Driver Ojol di Sukabumi Ditembak OTK Saat Nunggu Orderan

Ngeri! Driver Ojol di Sukabumi Ditembak OTK Saat Nunggu Orderan

Siti Fatimah - detikJabar
Minggu, 25 Okt 2026 15:03 WIB
Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan (Foto: Getty Images/iStockphoto/ugurhan).
Sukabumi -

Nahas dialami seorang pengemudi ojek daring (ojol) berinisial Z di Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Pria yang berprofesi sebagai mitra Maxim tersebut menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal saat sedang menanti orderan di area dekat Stasiun Sukabumi, persisnya di sekitar Toko Tiga Roda.

Peristiwa mencekam tersebut terjadi pada Minggu (25/10/2026) dini hari, sekitar pukul 00.57 WIB. Korban ditemukan terkapar berlumuran darah akibat luka tembak di bagian belakang kepala atau tengkuk leher.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum Komunitas Maxim Sukabumi (Maximus), Hata Fahrizal (37), membenarkan bahwa korban merupakan sesama mitra pengemudi ojol.

"Betul, beliau itu masih mitra atau driver Maxim. Memang kita banyak di Sukabumi. Kalau akrab banget tidak, cuma dipastikan beliau itu ojol dari Sukabumi," kata Hata saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2026).

ADVERTISEMENT

Hata menceritakan, berdasarkan informasi yang ia himpun dari rekan sesama ojol, korban awalnya sedang nongkrong menunggu penumpang di perempatan jalan menuju arah stasiun. Kawasan tersebut memang kerap dijadikan titik 'ngalong' para pengemudi ojol hingga dini hari.

"Posisinya beliau itu sedang nunggu orderan, lagi nongkrong di sekitaran Toko Tiga Roda, di bawah Dago, perempatan ke arah stasiun. Memang di situ kalau jam malam jam 20.00 sampai 03.00 WIB suka ngalong, dan lokasinya gelap," ungkapnya.

Saat itu, korban sempat nongkrong berdua bersama rekannya sesama pengemudi ojol berinisial I untuk menanti kereta penumpang terakhir dari arah Bogor yang tiba sekitar pukul 23.45 WIB. Namun, I lebih dulu mendapatkan orderan dan meninggalkan korban sendirian di lokasi kejadian.

Petaka terjadi saat I kembali ke lokasi seusai mengantar penumpang. Ia mendapati korban sudah tergeletak tak berdaya.

"Pas I balik lagi ke TKP, ternyata korban sudah terkapar berlumuran darah di belakang kepala, pas leher belakang. Tukang sampah di situ teriak-teriak sambil manggil I yang baru datang," jelas Hata.

Akibat luka parah yang dialaminya, korban langsung dilarikan ke RSUD Syamsudin SH dan harus menjalani tindakan penanganan medis berupa operasi luka tembak.

"Informasinya iya (ditembak) senjata api. Sekarang pasien baru mau ditindak operasi. Secara garis besar pihak keluarga yang membiayai, dari perusahaan tempat orang tuanya bekerja," terangnya.

Mengenai dugaan motif penembakan, Hata mengaku belum mengetahui pasti sosok maupun identitas pelaku. Namun, beredar kabar burung di kalangan pengemudi bahwa penembakan ini diduga melibatkan kelompok geng motor atau salah sasaran.

"Informasi selentingan ada yang bilang masih geng motor, ada juga yang sebut salah sasaran. Kita juga tidak tahu si pelaku ini siapa. Teman-teman di pasar juga lagi bantu push untuk pengecekan CCTV sekitar TKP," tuturnya.

Menanggapi insiden berdarah yang menimpa anggotanya, komunitas ojol mendesak kepolisian untuk bergerak cepat menangkap pelaku dan memperketat pengamanan di lokasi rawan.

"Perlu adanya patroli yang lebih giat lagi dari kepolisian. Pastikan di tempat-tempat gelap seperti itu dipasang pencahayaan lampu, ini kota tapi kok gelap. Bila perlu dibuat pos pengamanan yang dihuni oleh pihak berwajib di situ," tegas Hata.

"Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Hartono membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian tengah mendalami dugaan tindak pidana dalam peristiwa ini.

"Kita maksimalkan dulu olah TKP. Korban ojol dan terduga dua orang masi dalam penyelidikan, yang jelas bukan geng motor. Ini analisa awal sudah direncanakan," kata Tono kepada detikJabar.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pemilik Hotel Da Vienna Batam Jadi Tersangka Korupsi Pajak"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads