Firasat Suami Kenali Sandal-Sweter Rani yang Tewas di Kebun Ciemas

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 19 Okt 2026 09:16 WIB
Suasana pemakaman jasad Rini di kampung halamannya (Foto: istimewa)
Sukabumi -

Hati Asep Gunawan (36) langsung berdesir hebat saat layar ponselnya menampilkan kabar temuan mayat wanita tanpa identitas di perkebunan jati wilayah Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (13/10/2026) lalu.

Dari foto-foto yang beredar di linimasa Facebook, sepasang sandal jepit dan sweter yang tercecer di lokasi kejadian seketika membuat perasaannya hancur berkeping-keping.

Barang-barang yang melekat di dekat jasad membusuk itu sangat ia kenali sebagai milik sang istri tercinta, Rini Ali Soraya (35).

"Pas hari Selasa saya buka FB, ada pemberitahuan penemuan mayat di Ciemas. Saya pas melihat langsung 'deg' di perasaan. Ciri-cirinya itu sudah 'teg' saya melihat sandal sama sweternya," tutur Asep dengan mata berkaca-kaca kepada awak media usai mengantarkan jenazah istrinya ke liang lahat di TPU Pasir Astana, Kampung Ciranca-Cogreg, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap.

Meski firasat buruknya membuncah, Asep yang kala itu masih berada di perantauan di Palembang sempat menepis kenyataan pahit tersebut. Ia memilih mencari kabar ke rekan-rekan korban, sebelum akhirnya surat resmi autopsi dari kepolisian datang mengonfirmasi identitas istrinya pada Jumat siang.

Duka Asep kian dalam mengingat komunikasi janggal yang dialaminya bersama sang istri beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan. Terakhir kali mereka mengobrol santai lewat sambungan telepon yakni pada Kamis (8/10/2026) malam.

"Malam Kamis saya teleponan biasa sama dia sampai jam 10 malam. Karena siang saya mau kerja di Palembang, setelah itu saya tidur. Pas paginya ditelepon sudah tidak aktif, saya SMS dan WA juga tidak aktif terus," ungkapnya.

Kecurigaan Asep mulai memuncak saat rentetan pesan singkat yang dikirimnya baru terbaca pada Minggu (11/10/2026) larut malam. Nomor sang istri mendadak membalas dan mengaku sedang merayakan ulang tahun di luar kota.

"Minggu malam-malam baru dibaca, dia bilang 'Saya lagi di Bogor, lagi di rumah teman merayakan acara ulang tahun'. Dari situ langsung saya telepon, pas ditelepon tidak diangkat-angkat, terus mati lagi HP-nya," lanjut Asep.

Keanehan kian menjadi-jadi keesokan harinya, Senin (12/10/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Balasan pesan dari nomor sang istri mendadak berpindah lokasi dan meminta ongkos bensin.

"Senin sore dibaca lagi, tiba-tiba bilang lagi di Cikangkung nggak bisa pulang karena nggak punya ongkos bensin. Saya bingung, malam katanya di Bogor kok sekarang ada di Cikangkung. Pas saya telepon lagi mau memastikan, tetap tidak diangkat-angkat sampai akhirnya mati total," keluh Asep.

Penderitaan korban yang dihabisi secara biadab hingga wajah dan fisiknya rusak parah membuat keluarga menyuarakan kepedihan mendalam.

Kini, setelah terduga pelaku berinisial RA diringkus tim Resmob Satreskrim Polres Sukabumi di saung kebun Ciemas pada Minggu (18/10/2026) subuh, Asep menuntut keadilan tertinggi.

"Tuntutan saya hukuman mati yang setimpal buat pelaku. Karena ini pembunuhan sangat keji, sudah bukan kelakuan manusia lagi, sudah seperti setan. Istri saya dihancurkan sampai tidak dikenali lagi mukanya. Bayangkan kalau itu terjadi ke keluarga mereka," tegas Asep.



Simak Video "Video: Diduga Cemburu, Anak Lurah Ditusuk Pacar Hingga Tewas di Gresik"

(sya/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork