Jumlah Fantastis Kasus ISPA gegara Karhutla di RI

Kabar Nasional

Jumlah Fantastis Kasus ISPA gegara Karhutla di RI

Nafilah Sri Sagita K - detikJabar
Selasa, 20 Okt 2026 00:05 WIB
Ilustrasi masker
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/macky_ch)
Jakarta -

Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui kesehatan warga. Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 18 Oktober 2026 pukul 10.00, lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kini mencapai 306.309 kasus. Angka ini naik signifikan dari sebelumnya 277.075 kasus pada Rabu (14/10).

Data tersebut merinci kelompok rentan yang paling terdampak. Sebanyak 69.015 kasus menyerang balita usia 0-5 tahun, sementara kelompok anak-anak usia 6-9 tahun mencatatkan 77.022 kasus. Tak hanya itu, kelompok lanjut usia (lansia) juga terdampak dengan 49.680 kasus, serta 22 kasus ditemukan pada kelompok pengidap asma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski secara kumulatif angka kasus masih tinggi, Kemenkes mencatat adanya secercah harapan. Tren penambahan kasus harian di sejumlah wilayah mulai melandai. Per 17 Oktober 2026, tercatat ada 2.778 kasus baru, sedikit lebih rendah dibandingkan penambahan pada 16 Oktober yang mencapai 2.808 kasus.

Wilayah yang mulai menunjukkan penurunan tren kasus meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Namun, warga di Riau harus tetap ekstra waspada. Kemenkes melaporkan bahwa di wilayah tersebut, penambahan kasus ISPA justru masih menunjukkan tren peningkatan.

ADVERTISEMENT

Paparan asap karhutla perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan sebelumnya.

Melihat kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tetap membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat berinteraksi di area yang terpapar asap. Pastikan kesehatan keluarga tetap terjaga di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik.

Artikel ini telah tayang di detikFinance

(naf/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads