Rangkaian penemuan jenazah tanpa identitas berulang kali menggegerkan warga di berbagai pelosok Kabupaten Sukabumi. Mulai dari semak belukar kawasan vila pesisir, rimba larangan kaki gunung, hamparan pantai selatan, jurang jalan tol, hingga perkebunan jati terpencil, sejumlah jasad ditemukan terbujur kaku dalam kondisi mengenaskan.
Hingga kini, kepolisian masih terus berjibaku menelusuri jejak misteri para korban yang belum terpecahkan tersebut. Berikut serangkaian jasad misterius yang dihimpun detikJabar:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jasad Wanita Misterius di Semak Kawasan Vila Cisolok
Kasus penemuan jasad tak dikenal sempat menyedot perhatian publik saat sesosok mayat wanita ditemukan terbujur kaku di semak-semak dekat area vila Kampung Pasir Randu, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 17 Juni 2023, sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang melintasi area perkebunan terlantar di dekat penginapan tersebut.
Kondisi jenazah saat ditemukan dalam keadaan tanpa busana dan mulai membengkak. Polisi dari Polsek Cisolok bersama Satreskrim Polres Sukabumi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan merilis ciri-ciri fisik jasad wanita tersebut, antara lain tinggi badan sekitar 150 sentimeter, berambut lurus sebahu, dan diperkirakan berusia paruh baya.
Kendati autopsi dan pemeriksaan forensik telah rampung di RSUD Palabuhanratu, minimnya rekaman saksi dan ketiadaan barang bukti identitas membuat kasus mayat dekat vila ini belum terpecahkan.
Kerangka Misterius di Hutan Angker Cikakak
Suasana jalur sunyi menuju kawasan kaki Gunung Puntang, Kampung Cisagu, Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mendadak gempar pada Senin, 21 April 2025. Seorang petani setempat yang sedang menghalau hama babi liar di pinggiran hutan terpencil tanpa sengaja menemukan susunan tulang belulang dan tengkorak manusia yang terserak di tepi jalan setapak berbatu, sekitar tiga kilometer dari permukiman warga.
Berdasarkan laporan kronologi penemuan tengkorak di jalur sunyi Cikakak, lokasi temuan berada di kawasan yang dikenal masyarakat lokal sebagai hutan larangan yang jarang dijamah orang luar.
Tulang belulang ditemukan dalam kondisi kecokelatan bercampur tanah, dengan sisa pakaian berupa celana pendek serta sehelai kain sarung bermotif kotak-kotak yang diselendangkan. Kepala Desa Sirnarasa Okih Suryadi memastikan tidak ada warga desa setempat yang hilang, sementara warga dusun sempat teringat pada sosok pria asing berpakaian serupa yang melintas sekitar akhir 2024 dan hanya berujar ingin berjalan ke depan ketika disapa.
Sebagaimana diungkapkan Kasat Reskrim Polres Sukabumi kala itu, Iptu Hartono, saat menelusuri petunjuk kerangka Cikakak, korban diduga kuat peziarah atau orang yang berniat bertapa di Gunung Puntang hingga meninggal dunia tanpa diketahui siapa pun.
Ketiadaan kartu pengenal serta nihilnya laporan keluarga yang cocok membuat proses identifikasi terhenti, hingga akhirnya kerangka tersebut dievakuasi dan dimakamkan tanpa nama di TPU Tenjo Laut.
Jenazah Perempuan Bertato dan Berantai Perut di Pantai Kesik Lega
Misteri kembali menyelimuti pesisir Cisolok pada Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30 WIB. Seorang pencari barang bekas bernama Atta dikejutkan oleh sesosok mayat perempuan yang terdampar telentang di atas pasir dan batu karang Pantai Kesik Lega, Kampung Cipawenang RT 002/007, Desa Cisolok, persis di seberang kantor Koramil dan KUA Cisolok.
Menurut laporan detikJabar mengenai temuan jasad berantai perut tersebut, perempuan malang berumur sekitar 30 tahun itu hanya mengenakan celana pendek abu-abu dan pakaian dalam hitam. Korban memiliki aksesori serta tanda tubuh yang sangat mencolok, yakni lilitan rantai perut dengan bandul batu akik berukuran besar, jam tangan analog berpelat putih di pergelangan tangan, gelang keemasan bermote manik-manik, rajahan tato bintang di tangan kanan, serta tato lain di bagian punggung dan kaki.
Kapolsek Cisolok yang saat itu dijabat AKP Bayu Saeful Bahari dan tim SAR mengevakuasi korban ke RSUD Palabuhanratu dengan dugaan korban telah meninggal dua hingga tiga hari sebelum terdampar, namun jati diri sang wanita tetap belum terkuak.
Jasad Pria Terbungkus Karung dan Plastik di Kolong Tol Bocimi
Memasuki akhir September, keheningan lereng jalur layang Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi (Bocimi) KM 69 pecah oleh penemuan jasad seorang pria pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 08.00 WIB.
Jasad pria tanpa identitas itu pertama kali diendus oleh Zaji (60), seorang pencari rumput di Kampung Langkob, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, yang panik mencium bau bangkai menyengat dari gundukan mencurigakan di dasar jurang tol sedalam tujuh meter.
Kondisi jenazah dibungkus berlapis-lapis menyerupai kiriman paket maut, menggunakan kantong plastik hitam jumbo pada lapisan dalam dan karung waring abu-abu keputihan di bagian luar, yang diperkuat dua lilitan tali rafia di area badan dan kaki.
Saat kemasan dibuka oleh tim forensik, korban terlihat mengenakan kaus putih bergambar kepala Barong khas Bali serta celana training hitam bergaris kuning.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, memastikan pria tersebut merupakan korban pembunuhan yang sengaja dibuang dari tepi jalan tol layang arah Jakarta saat suasana lengang. Hingga kini, identitas korban maupun pelaku di balik temuan Tol Bocimi masih menjadi misteri sembari menunggu hasil pemeriksaan DNA di RS Polri Kramat Jati.
Mayat Wanita Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas
Rentetan penemuan mayat misterius berlanjut di wilayah selatan Sukabumi pada Selasa, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 07.05 WIB.
Warga Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, digegerkan oleh penemuan mayat wanita tanpa identitas yang sudah membusuk di perkebunan pohon jati milik warga bernama Ayi, berjarak sekitar 350 meter dari pemukiman.
Catatan detikJabar saat evakuasi jasad di kebun jati Ciemas, petani bernama Jumrowi pertama kali mendapati jenazah terbaring telentang di lereng tanah miring dipenuhi semak ilalang kering dan pepohonan pisang.
Jasad korban mengenakan celana jins biru gelap yang kancingnya terbuka dan sedikit melorot, sementara kaus hitam di tubuh bagian atas tersingkap hingga batas leher menyisakan bra abu-abu kecokelatan. Kerusakan parah tampak pada wajah yang berlubang hingga memperlihatkan rongga tengkorak serta bagian kaki yang menghitam pekat dikerumuni belatung.
Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja bersama Tim Inafis Polres Sukabumi langsung mengevakuasi jenazah ke RS Polri Kramat Jati Jakarta untuk proses autopsi mendalam guna menyingkap penyebab kematian serta identitas korban.
Simak Video "Video: Sempat Bertahan Hidup Sebelum Akhirnya Tewas Tertimbun Longsor di Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)
