Aroma busuk yang menyengat di dasar jurang sedalam tujuh meter itu sempat mengunci rahasia selama lebih dari dua pekan. Di bawah jembatan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Kilometer 69, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, seonggok karung terikat tali tambang dan berbalut plastik hitam ditemukan seorang petani pada Selasa, 29 September 2026.
Di dalamnya terbaring tubuh pria tanpa nama. Kaus putih bermotif Barong Bali dan celana training hitam berlis kuning menjadi satu-satunya penanda visual yang melekat pada sosok yang sempat berstatus "Mr X" tersebut. Wajahnya telah mengering menjadi tengkorak, sementara sidik jarinya melepuh tak menyisakan guratan identitas.
Titik terang akhirnya menyembul lewat kerja pembuktian ilmiah (scientific crime investigation) aparat kepolisian. Sosok itu resmi teridentifikasi sebagai Abuzala Baldani (22), pemuda kelahiran Pasuruan yang bermukim di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Kematiannya bukan akibat kecelakaan atau perselisihan jalanan, melainkan hasil persekongkolan dingin tiga rekan sesama perantau mereka adalah AS, AP (atau AD), dan N.
Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto bersama Kasat Reskrim Iptu Dudi Suharyana membeberkan runtutan pengungkapan kasus tersebut di Mapolres Sukabumi, Jumat (16/10/2026). Perintah langsung Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi untuk membongkar misteri penemuan jasad secara cepat dan terukur akhirnya terjawab.
"Misteri yang menyita perhatian publik selama dua pekan ini berhasil kita bongkar secara tuntas. Dari jajaran Reskrim sudah mengamankan tiga tersangka yang berhasil diringkus," ujar Agus.
Penetapan identitas Abuzala tidak hanya bersandar pada pengakuan para tersangka yang dibekuk, melainkan juga melalui serangkaian pencocokan data forensik yang terhubung langsung dengan keluarga korban di Makassar.
"Melalui penyelidikan intensif oleh jajaran Satreskrim, akhirnya identitas korban bisa terungkap. Korban atas nama Abuzala Baldani, usia kurang lebih 22 tahun, beralamat di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan," kata Agus.
"Dari sisi kecocokan data kami sudah bisa memastikan. Namun untuk penguatan secara ilmiah, kami saat ini sedang berkoordinasi dengan keluarga korban dan menunggu hasil uji DNA dari RS Polri Kramat Jati," imbuhnya.
Bara Dendam Sesama Perantau
Hubungan antara korban dan ketiga tersangka sejatinya berakar dari pertemanan di tanah rantau. Mereka sama-sama mengadu nasib di Jakarta, mencari nafkah di lingkungan kerja yang serupa. Namun, keakraban itu perlahan diracuni gesekan keseharian.
Ketiga tersangka yang berusia lebih tua menyimpan dongkol yang mengendap lama. Korban dituding kerap berbohong, bersikap meremehkan, hingga dituduh kerap mengambil barang milik rekan-rekannya.
Rasa jengkel yang tak terucap itu bermutasi menjadi dendam membara hingga melahirkan rencana pembunuhan berdarah dingin.
"Dari hasil pemeriksaan terhadap ketiga tersangka yang sudah saling mengenal, ditemukan informasi bahwa motif dari pembunuhan tersebut yaitu adanya rasa sakit hati dan dendam. Para pelaku yang berusia lebih tua merasa kerap dibohongi oleh korban. Selain itu, korban dituduh sering mengambil atau mencuri barang milik pelaku. Rasa jengkel memuncak sehingga membuat para tersangka bersepakat untuk merencanakan pembunuhan terhadap korban," " beber Agus.
Skenario maut disusun rapi. Para pelaku berbagi peran tanpa celah, AS bertindak sebagai perancang strategi sekaligus sopir penjemput, AP menjadi eksekutor penjerat leher, dan N bertugas membantu penjeratan sekaligus mengangkat jasad korban.
Perangkap dibuka saat Abuzala masih berada di Sulawesi. Melalui sambungan telepon, para tersangka merayu korban dengan iming-iming lowongan pekerjaan di Jakarta dan janji liburan santai ke Bandung. Tergiur prospek kerja dan pelesiran, Abuzala menaiki kapal laut menuju Pulau Jawa pada Selasa, 22 September 2026.
"Korban diiming-imingi oleh para tersangka untuk diajak bekerja di Jakarta, kemudian diajak berlibur ke Bandung. Sehingga korban yang tiba dari Sulawesi dijemput menggunakan mobil Toyota Rush warna biru," ungkap Agus.
Simak Video "Video: Diduga Cemburu, Anak Lurah Ditusuk Pacar Hingga Tewas di Gresik"
(sya/dir)