Sopir taksi online bernama Yogi Sarapudin (35) ditemukan tewas dan terkubur di lahan perkebuna teh Cisoka, Kabupaten Sumedang. Polisi menangkap dua orang kaitan kasus tersebut berinisial AD (30) dan MIN (17).
"Tim URC Resmob Satreskrim Polres Sumedang telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang pengemudi transportasi online," ujar Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awang menuturkan jasad korban yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga tersebut ditemukan dalam kondisi terkubur. Polisi berhasil menemukan dan membongkar di lokasi. Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk autopsi.
"Keduanya membawa jasad korban ke kawasan Citengah untuk dikuburkan. Jenazah korban ditemukan terkubur pada kedalaman sekitar satu meter di kawasan Cisoka, Kabupaten Sumedang. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian," ungkapnya.
Meski demikian, polisi belum bisa merinci lebih jauh kasus dugaan pembunuhan tersebut. Penyidik Satreskrim Polres Sumedang masih akan melakukan penyelidikan termasuk soal motif.
"Penyidik masih mendalami motif, peran masing-masing pihak, serta melengkapi alat bukti," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Yogi Sarapudin (35), ditemukan meninggal dunia dengan kondisi terkubur di perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Yogi sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarga kepada pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima detikJabar, korban yang diketahui berprofesi sebagai pengemudi taksi online yang belakangan terakhir tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun rekan usai menerima permintaan mengantar penumpang.
Menurut Ari Prabawa (27), salah satu rekan korban menyampaikan bahwa Yogi sebelumnya telah hilang sejak Kamis (8/10) usai diduga menerima orderan fiktif dari aplikasi.
"Dari hari Kamis jam 8 malam dia dilaporin (hilang). Tapi terakhir bikin status WhatsApp itu dia lagi di Galian. Dan diindikasi itu orderan fiktif. Jadi memang ada beberapa orderan di aplikasi In Drive. Itu kayak udah keterima terus di-cancel kayak nyari mangsa gitu. Aku gak tau si Bogin (Yogi) ini dapat orderan itu," ujar Ari.
