Round-Up

Dari 'Orang Hilang' di Facebook-Bersujud Minta Ampun Usai Bunuh Profesor

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 06 Okt 2026 08:00 WIB
Ilustrasi pembunuhan (Foto: Getty Images/ilbusca)
Sukabumi -

Dinding ruang pemeriksaan Mapolsek Cibadak, Polres Sukabumi, menjadi saksi bisu pertemuan tatap muka penuh emosi antara Devi Aprilianti dan PAL alias Agus (41), Jumat (2/10/2026).

Di hadapan putri mendiang Profesor Petrus Pallangan alias Ronald P Pallangan (74) itu, dalih dan alasan yang dibangun sang asisten rumah tangga (ART) seketika rontok tanpa sisa.

Agus yang tega membekap majikannya sendiri menggunakan bantal hingga tewas membusuk di ranjang kamar tidur Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, sebelumnya berdalih nekat menghabisi nyawa korban lantaran gajinya tidak dibayarkan selama lima bulan.

Namun, saat berhadapan langsung dengan Devi, seluruh alibi tersebut terbantahkan. Devi langsung mencecar pria asal Toraja bernama lengkap Paulus Agus Linggi itu dengan sederet pertanyaan menohok terkait klaim tunggakan upah tersebut.

"Waktu di Polsek saya tanya langsung, 'Kalau memang Bapak nggak digaji, kenapa nggak bilang ke saya?' Kan dia tahu komunikasi almarhum itu cuma sama saya. Kalau dari awal merasa nggak digaji dan butuh uang, kenapa bertahan di situ dan nggak pergi dari awal?" kata Devi saat dihubungi detikJabar melalui sambungan telepon, Senin (5/10/2026).

Diberondong pertanyaan tersebut, nyali pria yang sempat kabur ribuan kilometer ke Makassar itu ciut. Ia tak berkutik, menangis tersedu-sedu, lalu menjatuhkan badannya bersujud di hadapan Devi memohon belas kasihan.

"Dia nggak bisa kasih jawaban apa-apa. Cuma diam, nangis terus, sampai sujud minta ampun ke saya," tutur Devi.

Tak cuma membantah perihal gaji, Devi juga mematahkan klaim tersangka yang mengaku selalu berada di rumah merawat ayahnya yang tengah menderita kelumpuhan. Fakta komunikasi sehari-hari justru membuktikan Agus kerap bepergian ke Jakarta dan membiarkan sang profesor tinggal seorang diri dalam keadaan tak berdaya.

"Saya nggak percaya alasan dia. Beliau ini jarang ada di rumah, kerjanya bolak-balik Sukabumi-Jakarta. Saya tiap hari di Jakarta ngirim GoFood buat Papa. Malah Papa pernah chat, 'Teh, udah tiga hari ini ke mana ya Pak Agus?' Jadi Papa itu sering ditinggal sendirian," bebernya.

Simak Video "Video: WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri di Bali Alami Gangguan Kecemasan"


(sya/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork