Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Alumni Saat Ambil Ijazah

Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Alumni Saat Ambil Ijazah

Dian Firmansyah - detikJabar
Selasa, 29 Sep 2026 16:24 WIB
ilustrasi
ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Subang -

Jagat maya digegerkan oleh rekaman video yang memperlihatkan aksi tak senonoh seorang oknum guru di SMP Negeri 2 Pagaden, Kabupaten Subang. Pria yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut diduga merekam bagian bawah rok mantan siswinya yang tengah mengurus administrasi ijazah di sekolah.

Aksi ini terungkap setelah rekan korban yang berada di lokasi menyadari gerak-gerik mencurigakan pelaku. Dalam video yang beredar, pelaku tampak mengarahkan ponsel ke arah bawah rok korban saat keduanya sedang berinteraksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak SMP Negeri 2 Pagaden membenarkan bahwa pria dalam video tersebut adalah salah satu tenaga pengajar mereka. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras SMPN 2 Pagaden, Dadang Koswara, menyebut pihak sekolah baru mengetahui kejadian ini setelah rekaman tersebut viral di media sosial, mengingat korban saat ini sudah berstatus pelajar SMA.

"Saat perekaman pihak sekolah tidak tahu, taunya dari [setelah] video tersebut menyebar. Karena anak sudah SMA, jadi di jadwal pembagian [ijazah] sekolah tidak tahu. Setelah melihat video beredar di masyarakat, guru di sekolah di sini mengajar Bahasa Indonesia kelas 7," ujar Dadang, Selasa (29/9/2026).

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah tegas, pihak sekolah telah menonaktifkan sementara oknum guru tersebut dari aktivitas mengajar sembari menunggu koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat.

"Kami ada atasan kami yaitu dinas pendidikan, kami nunggu instruksi dari atasan," tambah Dadang.

Kasus dugaan pelecehan ini kini ditangani serius oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang. Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Wanda Ervam Liton Dachi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memanggil pelaku, korban, dan pihak sekolah untuk proses penyelidikan.

"Langkah kami polisi melakukan panggilan korban dan pelaku. Kejadian benar adanya, kami laksanakan pemeriksaan pelaku, korban, dan pihak sekolah. Memungkinkan ada korban lain, korban di bawah umur lulus SMP ambil ijazah. Korban ada yang di video, tapi kemungkinan ada korban lainnya," ungkap AKP Wanda.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap fakta secara menyeluruh dan mengantisipasi adanya korban tambahan dari tindakan menyimpang tersebut.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads