Kronologi Uang Rp 1,3 M Punya WN Tiongkok Raib Dicuri di Karawang

Kronologi Uang Rp 1,3 M Punya WN Tiongkok Raib Dicuri di Karawang

Irvan Maulana - detikJabar
Selasa, 29 Sep 2026 15:55 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/JaysonPhotography)
Karawang -

Satuan Reserse Kriminal Polresta Karawang tengah memburu komplotan perampok spesialis pecah kaca yang menyasar seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa tiga orang saksi guna mengidentifikasi para pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Karawang, Kompol Ali Jupri, menegaskan bahwa kasus yang terjadi pada Senin (28/9) siang ini menjadi atensi utama pihaknya.

"Untuk peristiwa pencurian yang terjadi kemarin sekitar pukul 11.30 di kawasan industri Kalihurip tersebut, tengah kami tangani. Laporan sudah diterima dan saksi sudah diperiksa sebanyak tiga orang," kata Ali saat diwawancara di Mapolresta Karawang, Selasa (29/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa bermula saat korban baru saja mencairkan uang tunai dalam jumlah besar di bank daerah Cikampek. Berdasarkan keterangan polisi, korban membawa total uang Rp1,9 miliar yang dipisahkan ke dalam dua tas.

ADVERTISEMENT

"Peristiwa berawal dari korban usai mengambil sejumlah uang di Bank Cikampek, untuk pembayaran tunai sejumlah Rp1,9 miliar disimpan dalam 2 tas. Rp1,3 miliar di satu tas disimpan di jok tengah disamping korban, sedangkan Rp600 juta disimpan di satu tas di bawah jok tengah, dan yang dicuri uang yang dalam satu tas sejumlah Rp1,3 miliar," kata dia.

Aksi kejahatan ini terjadi saat kendaraan korban melintas di jalur menuju Gerbang Tol Kalihurip. Seorang pengendara motor tiba-tiba memepet mobil korban dan memberikan isyarat palsu bahwa ban kendaraan tersebut kempis.

"Korban bersama satu orang staf sekaligus sopir, dan seorang penerjemah, ada bertiga di dalam mobil disusul sepeda motor yang mengetuk kaca mobil memberitahukan bahwa ban kendaraan kempis. 20 meter kemudian korban berhenti tepat di dekat tambal ban," kata dia.

Lengah oleh siasat pelaku, seluruh penumpang turun untuk memeriksa ban. Di saat itulah, pelaku lain yang sudah mengintai langsung beraksi.

"Setelah semua orang di dalam mobil keluar mengecek ban, ada 2 orang berbocengan di 1 sepeda motor FU, lalu memecahkan kaca bagian penumpang tengah, dan mengambil tas berisi uang sejumlah Rp1,3 miliar," ungkap Ali.

Hasil penyelidikan sementara menduga aksi ini dilakukan oleh satu komplotan yang terorganisir dengan peran yang berbeda-beda. Polisi memperkirakan pelaku berjumlah antara tiga hingga empat orang.

"Jadi ada 2 sepeda motor tadi, yang 1 memberitahu ban kempes, yang satu yang memecah kaca dan mengambil uang. Ini diperkirakan satu komplotan yang sama, pelaku diperkirakan berjumlah 3-4 orang," paparnya.

Saat ini, penyidik masih mendalami berbagai bukti di lapangan, termasuk menyisir rekaman CCTV di sepanjang rute perjalanan korban untuk melacak pelarian pelaku.

"Ini kan masih berjalan, beberapa saksi sudah diperiksa, saksi dari pihak lain juga kita sudah surati untuk dimintai keterangan. CCTV dan alat bukti lain kami sedang berupaya mengumpulkan, mudah-mudahan upayanya berjalan maksimal dan pelaku dapat terungkap," pungkasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum korban berinisial CQ (46), Alek Safri Winando, mengonfirmasi bahwa kliennya dirampok saat hendak menuju Jakarta.

"Klien kami mengalami pencurian di kawasan industri menuju Gerbang Tol Kalihurip saat dalam perjalanan pulang menuju Jakarta, mobil yang dikendarai klien kami diduga dibobol," ujar Alek di Mapolresta Karawang, Senin (28/9/2026) malam.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads