Petugas gabungan menggeledah Lapas Kelas IIB Cianjur. Selain menyisir kamar hunian, petugas juga melakukan tes urine mendadak kepada puluhan warga binaan guna memastikan area penjara bersih dari peredaran narkoba.
Operasi besar-besaran ini melibatkan unsur Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Kabupaten Cianjur. Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, menyebut pengerahan personel dilakukan secara maksimal untuk menjangkau seluruh area.
"Total ada 117 personel yang dilibatkan dalam razia gabungan," ujar Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, Kamis (24/9/2026) dini hari
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyisiran menyasar seluruh blok hunian tanpa terkecuali. Petugas memeriksa setiap sudut kamar hingga lingkungan sekitar sel untuk mencari barang-barang selundupan yang dilarang masuk ke dalam lapas.
"Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuk dan beredarnya narkoba maupun barang-barang terlarang di lingkungan Lapas," kata dia.
Selain penggeledahan fisik, sebanyak 50 warga binaan dipilih untuk menjalani tes urine. Langkah ini diambil sebagai deteksi dini penyalahgunaan narkotika di dalam sel.
"Dari hasil tes urine tidak ditemukan warga binaan yang positif narkoba," kata dia.
Meski nihil narkoba, petugas tetap menemukan sejumlah benda tajam dan barang lainnya yang dilarang dimiliki oleh warga binaan. Kepala KPLP Lapas Kelas IIB Cianjur, Andari Rizky Aria Putra, merinci temuan tersebut mulai dari peralatan makan besi hingga alat permainan.
"Kami temukan 16 buah sendok besi, pinset sebanyak 4 buah, paku sebanyak 4 buah, gunting sebanyak 3 buah, kemudian 21 buah korek gas, dan 6 set kartu remi," kata dia.
Seluruh barang bukti tersebut langsung disita oleh petugas untuk diproses lebih lanjut.
"Langsung kami amankan barang barang tersebut agar tak lagi beredar di dalam lapas," kata dia.
Pihak Lapas menegaskan bahwa pengawasan ketat melalui razia serupa akan terus berlanjut. Langkah tegas disiapkan bagi siapa pun yang terbukti melanggar aturan di dalam Lapas.
"Tentu akan rutin digelar. Kalau ada yang kedapatan melanggar, akan disanksi dan kemungkinan remisina ditunda," pungkasnya.
