Aparat Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dan Polsek Ciawi bergerak cepat menangani kasus penemuan mayat pria berlumuran darah, di emperan toko sekitar Pasar Ciawi, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (24/9/2026) pagi.
Polisi mengamankan 3 orang pria terkait dengan peristiwa itu. Ketiga pria itu langsung menjalani pemeriksaan awal di Mapolsek Ciawi. Ketiga pria itu diperiksa di ruang berbeda.
Ketiga pria ini diduga satu komunitas dengan korban, sama-sama anak jalanan atau pengamen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah diamankan tiga orang, korban satu orang meninggal dunia," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto.
Andik mengatakan korban dengan ketiga orang ini saling mengenal atau berteman. "Iya saling kenal, mereka berteman, anak punk," kata Andik.
Hasil pemeriksaan sementara korban dianiaya oleh pelaku, diduga korban dipukul dengan menggunakan gitar. "Dipukul pakai gitar," kata Andik.
Namun demikian, terkait duduk perkara serta identitas korban, Andik mengaku masih melakukan penyelidikan. Dia berjanji akan membeberkan setelah penyelidikan rampung.
"Masih lidik (penyelidikan) ya, keterkaitannya kita juga masih cari dan belum rilis. Kalau sudah clear nanti kita rilis," kata Andik.
Sebelumnya mayat pria yang belum diketahui identitasnya itu, ditemukan dalam posisi tergeletak di kolong meja pedagang bubur ayam yang berada di depan toko.
Pria muda itu mengenakan kaos coklat dan celana jeans hitam. Beberapa bagian badannya dihiasi tato. Bagian wajah korban terlihat berlumuran darah. Beberapa bagian badannya pun terlihat kotor, seperti baru bergumul di tanah.
Penemuan mayat ini pertama kali ditemukan oleh pegawai yang hendak membuka toko kerudung tersebut.
"Awalnya ditemukan oleh pegawai saya, dikira sedang tidur," kata Farid, pemilik toko.
Bagi Farid keberadaan anak jalanan atau anak punk yang numpang tidur di emperan tokonya bukan hal baru. Halaman toko miliknya sering dijadikan tempat nongkrong anak-anak punk.
"Tapi kali ini orang itu susah dibangunkan, sehingga pegawai menelepon saya. Akhirnya saya ke sini, pas dilihat ternyata ada luka-luka di wajahnya, seperti sudah meninggal," kata Farid.
Akhirnya Farid memutuskan untuk menghubungi polisi. "Posisi korban itu tergeletak di kolong meja pedagang bubur. Langsung saja lapor polisi," kata Farid.
Tak lama anggota Polsek Ciawi langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Jenazah korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. Sementara anggota reserse langsung menyebar melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Dugaan korban tewas akibat dianiaya langsung mengemuka.
(sud/sud)
