Miras Oplosan Renggut 4 Nyawa di Cianjur, 2 Orang Kritis

Miras Oplosan Renggut 4 Nyawa di Cianjur, 2 Orang Kritis

Ikbal Selamet - detikJabar
Selasa, 22 Sep 2026 17:45 WIB
Ilustrasi fokus Maut Miras Oplosan (Luthfy Syahban/detikcom)
Foto: Ilustrasi Maut Miras Oplosan (Luthfy Syahban/detikcom)
Cianjur -

Pesta minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berujung maut. Insiden tragis ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa bermula pada Kamis (17/9/2026), saat DTA (29) dan R (24) berkunjung ke kediaman SA (20) di Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, usai melayat dari Bandung. Di lokasi tersebut, mereka mengonsumsi miras oplosan yang dibawa oleh DTA dan R. Tak berselang lama, tiga remaja perempuan berinisial F (16), V (16), dan Z (16) turut bergabung dan ikut menenggak minuman tersebut.

"Minuman tersebut dibawa oleh DTA dan R. Setelah menenggak minuman tersebut, keduanya pulang ke Bogor. Sedangkan empat korban lainnya melanjutkan meminum miras yang dibawa DTA dan R," ujar Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi, Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Efek mematikan dari minuman tersebut baru dirasakan para korban dua hari kemudian. Mereka mengeluhkan mual, pusing, nyeri hebat, hingga mengalami kejang-kejang. SA dan R dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (19/9/2026). Sehari berselang, DTA dan remaja perempuan berinisial F menyusul mengembuskan napas terakhir.

ADVERTISEMENT

"Total korban meninggal akibat miras oplosan tersebut ada empat orang. Salah satunya perempuan yang masih remaja," kata Alexander.

Hingga saat ini, dua korban selamat yakni Z dan V masih dalam penanganan medis serius.

"Untuk dua korban lainnya berhasil selamat, tapi kondisinya kerap menurun sehingga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit," tambahnya.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber dan kandungan zat dalam minuman yang merenggut nyawa tersebut. Namun, polisi menemui kendala lantaran saksi kunci sekaligus pembawa minuman telah meninggal dunia.

"Kami masih dalami apa jenis minuman keras yang dikonsumsi, termasuk kandungan di dalamnya. Sebab dua orang yang pertama membawa minuman tersebut meninggal dunia, sedangkan korban selamat juga tidak mengetahui asal minuman tersebut," pungkas Alexander.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads