Sunyinya kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung pecah pada tengah malam. Keluarga SM (41) datang menjemput jasad yang terbujur kaku itu untuk dibawa menyeberangi selat, pulang ke tanah kelahirannya di Lampung.
Babak akhir yang memilukan bagi seorang perempuan perantau yang meregang nyawa di tangan kenalan dekatnya sendiri.
Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah membenarkan proses pemulangan jenazah korban pembunuhan sadis tersebut seusai seluruh tahapan autopsi rampung dilakukan tim forensik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya (jasad korban dibawa keluarganya ke Lampung)," katanya, Jumat (4/9/2026).
Pihak keluarga membawa pulang jasad korban tepat saat pergantian hari demi menyegerakan proses pemakaman di kampung halaman.
"Dibawa tadi malam," pungkasnya.
Pemulangan jenazah SM menutup rangkaian misteri yang sempat mengguncang ketenteraman warga Jalan Terusan Suryani, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.
Siang itu, warga digegerkan oleh sebuah kardus berukuran besar yang tergeletak mencurigakan di pinggir jalan raya. Rasa penasaran seketika berubah jadi kepanikan massal saat kardus dibuka dan menampakkan jasad seorang wanita dengan kondisi terbungkus rapi.
Penyelidikan kilat aparat Satreskrim Polrestabes Bandung akhirnya menguak jejak kelam di balik temuan paket maut tersebut. Pelakunya adalah SDS (31), seorang pria yang tega menghabisi nyawa SM di kamar kontrakan korban di kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir.
Jejak kejahatan SDS sempat tertangkap mata para tetangga kontrakan pada pagi hari sebelum jasad korban ditemukan. Di tengah kesibukan warga memulai hari, pelaku tampak bersusah payah menggotong kardus besar yang mencurigakan keluar dari kamar kontrakan, memuatnya ke atas sepeda motor, lalu melaju membuangnya ke pinggir jalan di Babakan Ciparay.
Kini, SDS telah meringkuk di sel tahanan Mapolrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya, sementara SM menempuh perjalanan panjang terakhirnya menuju peristirahatan abadi di tanah Lampung.
