Rasa janggal mulai dirasakan Tegar saat mengangkut sebuah kardus panjang menggunakan mobil pikapnya di Kota Bandung. Bau menyengat dari dalam kardus membuat sopir pikap daring itu curiga, terlebih pemesan terus menyebut isinya hanya besi dan baju.
Pesanan tersebut datang dari seorang pria berinisial SDS (31). Tegar diminta mengangkut kardus dari kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung pada Selasa (1/9/2026) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tegar awalnya tidak menaruh curiga. Sebagai sopir, ia hanya menjalankan pesanan pelanggan. Namun, kejanggalan mulai muncul setelah kardus dinaikkan ke bak mobil dan kendaraan berjalan.
Tegar mengaku tidak mengetahui proses pemindahan kardus dari indekos. Saat dirinya tiba, kardus sudah berada di pinggir jalan dan siap diangkut.
"Pas saya dia datang teh mau ngambil barang kan, saya tanya barangnya apa, di mana, terus tujuannya ke mana? Nah dia jelasin, pas barangnya tuh udah di jalan gitu, udah udah di pinggir jalan," kata Tegar, Rabu (2/9/2026).
Tegar mengatakan SDS sempat meminta bantuan untuk menaikkan kardus karena berat. Namun, saat itu ia belum menaruh curiga.
"Enggak, kalau sampai dari kosan ke jalan mah saya enggak tahu, pokoknya udah di jalan, udah siap naik gitu. Terus dia bilang, 'A, ini berat katanya, minta tolong diangkat.' Nah, kata saya teh, 'A, kan itu ada trolinya di bawahnya, A, dorong aja deketin ke mobil.' Nah dia deketin, waktu naikin kan saya belum curiga, jadi saya bantu kayak sedikit ngangkat dikit gitu buat naikin. Nah dari situ udah udah naik, udah jalan, mulai kecium bau, saya curiga," ungkapnya.
Bau tersebut menjadi awal munculnya kecurigaan Tegar. Ia kemudian kembali mendesak SDS untuk menjelaskan isi kardus. Namun, jawaban SDS tidak berubah. Ia menyebut kardus itu berisi besi dan baju.
Tegar yang semakin curiga kemudian meminta kardus tersebut dibuka. SDS justru melarangnya.
"Saya makin curiga, saya tanya, saya pastikan lagi bahwa si barang ini apa dalamnya? Dia jawab, 'Ini dalamnya besi sama baju.' Saya masih curiga, saya tanya lagi, "Ini apa?" dia tetap jawabnya gitu. Terus saya bilang, "Kalau emang itu, gimana kalau kita buka?" Nah, dia bilang, "Jangan jangan jangan," dia kayak menolak itulah. Nah di situ saya semakin curiga, saya mulai takut juga, mulai panik juga kan tahu semakin yakin bahwa itu apa," ungkap Tegar.
Tegar akhirnya tidak mau mengambil risiko. Ia memutuskan menghentikan perjalanan dan meminta SDS menurunkan kardus tersebut tepatnya di Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay.
"Pokoknya saya mau turunin dia, nah pas sebelum ke SPBU jalan agak padat, saya langsung ngambil kiri di depan toko wajan. Kebetulan ada orang juga di situ, saya langsung turun. Saya teriak-teriak ke dia, suruh dia turunin, pokoknya turunin-turunin, sama kamu turunin sendiri saya enggak mau ini. Saya langsung duduk sebelah orang-orang yang ada di sana, dia turunin sendiri, digusur dari bak itu, digusur sampai jatuh. Setelah itu saya naik lagi ke mobil, saya maju, saya masih sedikit jarak beberapa meter udah jauh dari lokasi, saya lihat ada satpam, di situ saya minta tolong buat ke satpam buat teleponin polisi," jelasnya.
Kecurigaan Tegar akhirnya terbukti. Kardus yang disebut berisi besi dan baju tersebut ternyata berisi mayat seorang perempuan. Kondisinya semakin mengejutkan karena salah satu tangan korban terlihat keluar dari bungkusan kardus.
Tegar pun segera meminta bantuan dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Sebelum perjalanan dihentikan, SDS sempat menyampaikan tujuan pengiriman kardus tersebut kepada Tegar. Jasad itu disebut akan dibawa menuju kawasan Kopo.
"Dia pertamanya bilang mau ke Kopo, ke Kopo yang banyak travel dia bilangnya. Caringin ke depan katanya di kolong flyover itu," ujarnya.
