Api Cemburu Picu Asep Eksekusi Imas Usai Berhubungan Badan

Api Cemburu Picu Asep Eksekusi Imas Usai Berhubungan Badan

Ikbal Selamet - detikJabar
Rabu, 02 Sep 2026 15:30 WIB
Pelaku pembunuhan Imas di Cianjur
Pelaku pembunuhan Imas di Cianjur (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Polres Cianjur meringkus Asep Saepul (45) atas dugaan pembunuhan berencana terhadap istri sirinya, Imas Maskah (44). Aksi keji ini dilakukan di sebuah mes peternakan ayam di Kampung Cisampih, Desa Cikancana, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, yang dipicu oleh api cemburu.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan bermula saat pelaku menerima kiriman video yang memperlihatkan korban sedang bersama pria lain.

"Pelaku mendapat dua kiriman video, istri sirinya yakni Imas tengah makan di sebuah cafe bersama pria lain. Saat malam hari, pelaku tidak bisa tidur karena cemburu buta, sehingga merencanakan pembunuhan," ujar dia, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat Ajak Hubungan Badan

Rencana tersebut disusun secara matang. Asep bahkan meminta dua rekannya di peternakan untuk menggali lubang sedalam satu meter dengan dalih untuk pembuatan septic tank.

ADVERTISEMENT

"Lubang itu rencananya untuk mengubur jenazah korban setelah dibunuh. Tapi kepada temannya pelaku beralasan jika lubang itu untuk septictank, supaya mereka tidak curiga," kata dia.

Pada Jumat (28/8), Asep memancing korban untuk datang ke mes dengan alasan meminta bantuan memasak dan mencuci pakaian. Sebelum eksekusi dilakukan, terungkap fakta bahwa pelaku sempat mengajak korban berhubungan seksual.

"Jadi terungkap juga pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan," kata Alexander.

Usai berhubungan badan, Asep mengonfrontasi Imas perihal video yang diterimanya. Lantaran korban hanya terdiam dan tidak memberi penjelasan, emosi pelaku memuncak. Ia kemudian mengambil tongkat baseball yang telah disiapkan dan menghantam kepala korban.

"Pelaku awalnya menampar korban, kemudian memukul kepala korban dengan tongkat. Lantaran masih bernafas, korban kemudian dibekap menggunakan kain hingga akhirnya tewas," jelasnya.

Meski telah menyiapkan lubang kubur, Asep mendadak panik melihat kondisi korban yang bersimbah darah. Ia akhirnya membiarkan jasad Imas tergeletak di lantai dan melarikan diri menggunakan sepeda motor milik korban.

"Karena panik melihat korban bersimbah darah dan meninggal. Lubang yang sudah disiapkan tidak jadi digunakan, korban dibiarkan tergeletak di lantai. Pelaku kemudian kabur," tambah Alexander.

Pelarian Asep berakhir di Kabupaten Sukabumi. Setelah sempat bersembunyi di rumah kakaknya di Jampang Tengah, ia berpindah ke rumah seorang guru spiritual di wilayah Kalibunder sebelum akhirnya ditangkap polisi.

"Pelaku seketika kabur setelah membunuh korban dengan cara menghantamkan balok kayu di bagian kepala belakang korban. Pelaku ini sempat beberapa kali pindah tempat persembunyiannya. Tapi kami berhasil temukan lokasi terakhirnya, yakni di rumah guru spiritualnya di Sukabumi. Kami langsung ringkus pelaku," tegasnya.

Atas perbuatannya, Asep dijerat dengan Pasal 459 KUHP dan/atau Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Pelaku terendam hukuman pidana penjara maksimal seumur," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads