Rekonstruksi Laka Maut Aiptu Asep: Mobil 'Terbang' Tanpa Rem

Rekonstruksi Laka Maut Aiptu Asep: Mobil 'Terbang' Tanpa Rem

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 14 Agu 2026 15:58 WIB
Rekonstruksi kasus tabrak lari di Bandung
Rekonstruksi kasus tabrak lari di Bandung (Foto: Istimewa).
Bandung -

Satlantas Polrestabes Bandung melalui Unit Gakkum menggelar rekonstruksi kecelakaan maut yang merenggut nyawa Aiptu Asep Suhara. Rekonstruksi ini digelar langsung di lokasi kejadian, Jalan Merdeka, Kota Bandung, pada Jumat (14/8/2026).

Dalam reka ulang tersebut, terungkap fakta-fakta memilukan di balik insiden yang terjadi pada Senin (9/8/2026) lalu itu. Sebanyak 38 adegan diperagakan untuk melengkapi berkas perkara.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Hudi mengatakan, puluhan adegan diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baik, tadi sudah kita laksanakan terkait dengan untuk pemenuhan kelengkapan pemberkasan terkait dengan kejadian laka lantas yang terjadi pada hari Minggu dini hari kemarin di depan El Royale. Tadi kita laksanakan rekonstruksi dan saat ini kita akan menyusun berita acara rekonstruksinya, di mana tadi kita laksanakan sebanyak ada 38 adegan," kata Hudi, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

Hudi mengungkapkan, adegan pertama dimulai dari tersangka A (20) bersama dua temannya yang merupakan anggota TNI, Prada A dan Prada V, saat berkumpul di salah satu kafe di kawasan Simpang Lima, Kota Bandung. Kronologi berlanjut hingga kendaraan yang dikemudikan pelaku menghantam korban di Jalan Merdeka.

"Jadi kronologisnya dari awal sampai akhir sudah kita laksanakan rekonstruksinya. Sehingga membuat jelas fakta-fakta yang ada di lapangan pada saat sebelum kejadian, pada saat kejadian, maupun setelah kejadian seperti itu," ungkapnya.

Tak hanya pihak kepolisian, dalam rekonstruksi ini tersangka A beserta dua penumpangnya, Prada A dan Prada V, juga turut dihadirkan di lokasi.

"Semua dihadirkan. Jadi tersangka, dua saksi juga yang di dalam mobil juga, termasuk teman-temannya juga, termasuk pemilik mobil juga ketika nanti di lokasi tadi kita hadirkan semua. Satu tersangka dan delapan orang saksi yang melihat maupun mengalami pada saat kejadian itu," jelasnya.

Fakta mengejutkan muncul saat rekonstruksi memperlihatkan kecepatan tinggi mobil tersangka. Saking kencangnya, mobil tersebut seakan "terbang" dan meloncat saat melintasi rel kereta api di jalur tersebut.

"Pada saat di titik tabrak, memang kendaraan kondisi dalam kecepatan tinggi. Sedangkan kontur jalan tidak rata. Sehingga dimungkinkan kendaraan dengan kecepatan tinggi, jalan tidak rata, sehingga tadi sempat naik, kayak semacam meloncat gitu ya," terangnya.

Dahsyatnya benturan membuat tubuh Aiptu Asep Suhara terpental cukup jauh dari titik tabrak utama.

"Sehingga korban juga terlempar dari olah TKP kurang lebih 8 meter, sedangkan kendaraannya sampai 37 meter (motor korban)," tuturnya.

Hudi juga menegaskan bahwa dari hasil rekonstruksi, tidak ditemukan adanya upaya pengereman dari pihak pelaku sebelum kecelakaan maut itu terjadi.

"Kalau dilihat dari rekonstruksi memang pada saat kejadian tidak ada pengereman. Semuanya, dalam kecepatan tinggi kendaraannya," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Polisi Amankan Sabu 1 Kg Jelang Nataru"
[Gambas:Video 20detik] (wip/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads