Dendam yang dipendam selama berhari-hari berakhir dengan pertumpahan darah. Hanya karena merasa dihina soal kondisi ekonominya, Fajar Sugama (35) nekat menghabisi nyawa tetangganya sendiri, AS (65), seorang marbot Masjid Al-Muhajirin di Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.
Korban tewas secara tragis saat hendak menunaikan tugas rutinnya mengumandangkan azan Zuhur, Kamis (6/8/2026). Langkahnya menuju masjid justru menjadi perjalanan terakhir dalam hidupnya setelah diserang secara brutal tepat di gerbang masjid.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, korban diserang berkali-kali menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka terbuka yang sangat parah.
"Betul, pada saat kejadian korban hendak adzan. Korban merupakan marbot masjid. Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi korban mengalami luka terbuka dan cukup lebar akibat bacokan senjata tajam yang dilakukan berulang kali," ujar AKP I Made Purwantara di lokasi kejadian.
Rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik mengerikan tersebut. Saat korban berjalan memasuki area masjid, pelaku tiba-tiba muncul dan langsung melancarkan serangan tanpa memberi kesempatan korban untuk menyelamatkan diri.
Polisi mengungkapkan, aksi itu bukan dilakukan secara spontan. Pelaku diduga sudah menyiapkan pembunuhan tersebut. Ia datang membawa dua senjata tajam sekaligus, yakni sebilah samurai di tangan kanan dan celurit di tangan kiri.
Serangan bertubi-tubi membuat korban roboh bersimbah darah di depan rumah ibadah yang selama ini menjadi tempat pengabdiannya.
"Korban dilakukan visum dan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Kami masih menunggu hasil resmi dari pihak rumah sakit," katanya.
Dendam Dipicu Ucapan Korban
Di balik aksi sadis tersebut, polisi menemukan motif yang berawal dari rasa sakit hati. Pelaku mengaku menyimpan dendam karena merasa ucapan korban telah merendahkan kondisi ekonominya.
Rasa tersinggung itu terus dipendam hingga akhirnya berubah menjadi niat menghabisi nyawa korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya.
"Untuk motifnya sakit hati terkait dengan perkataan korban yang menyinggung kondisi ekonomi pelaku. Penganiayaan ini disinyalir sudah direncanakan dan disiapkan oleh pelaku sejak awal," ungkap I Made Purwantara.
Tak lama setelah kejadian, tim gabungan Satreskrim Polres Purwakarta, Polsek Bungursari, dan Sat Samapta bergerak memburu pelaku. Fajar akhirnya ditangkap di rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi pembunuhan.
"Pelaku berhasil kita amankan di rumahnya yang tidak jauh dari TKP Masjid. Saat ditangkap, posisi pelaku sedang beristirahat di rumah. Kita dibackup oleh Polsek Bungursari dan Sat Samapta Polres Purwakarta. Tidak ada perlawanan dari pelaku," katanya.
(bba/sud)