Polda Jawa Barat memastikan penyelidikan kasus kematian Sumarna (43), petugas keamanan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur yang ditemukan tewas mengambang dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, masih terus berjalan.
Hingga kini, polisi telah memeriksa lebih dari 30 saksi untuk mengungkap misteri di balik kematian korban. Sumarna ditemukan meninggal dunia pada Jumat (24/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berlangsung sehingga polisi membutuhkan pendalaman lebih lanjut.
"Terkait dengan penanganan kasus di Purwakarta, dari tim Polda telah mem-back-up memang untuk kasus ini dan kami masih mohon maaf ya saat ini kita masih proses penyelidikan dan penyidikan," kata Hendra, Kamis (6/8/2026).
Ia mengungkapkan, penyidik terus mengumpulkan alat bukti dan memperluas pemeriksaan terhadap para saksi. Hingga saat ini, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan sudah mencapai lebih dari 30 orang.
"Masih perlu banyak penambahan saksi-saksi yang saat ini sudah mencapai 30-an orang," ujarnya.
Hendra menegaskan, pengungkapan kasus tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan oleh kepolisian. Karena itu, Polda Jabar berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional hingga fakta sebenarnya dapat terungkap.
"Kita sampaikan bahwa ini merupakan suatu PR buat kita untuk bisa segera mengungkap. Dan kami akan lakukan secara profesional dan kita akan terus untuk berusaha dengan keras bisa mengungkap kasus ini," katanya.
Simak Video "Video: Kondisi Waduk Jatiluhur Berjarak 15 Km dari Pusat Gempa Bekasi"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
