Misteri Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur, Warga Dengar Teriakan

Misteri Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur, Warga Dengar Teriakan

Dian Firmansyah - detikJabar
Senin, 03 Agu 2026 17:12 WIB
TKP Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol
TKP Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol. (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar)
Purwakarta -

Misteri kematian Sumarna (43), satpam Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur yang ditemukan tewas mengambang dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, hingga kini masih belum terungkap.

Memasuki hari ke-10 pascapenemuan jasad korban, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tragis tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah upaya penyidikan yang berjalan, muncul fakta baru dari keterangan warga setempat. Beberapa warga mengaku sempat mendengar suara kegaduhan dan jeritan minta tolong di sekitar lokasi kejadian pada malam saat korban diperkirakan tewas.

Ketua RW 07 Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Dadang Kusnadi membenarkan adanya laporan dari warga terkait suara misterius tersebut. Menurutnya, kegaduhan dan teriakan minta tolong itu terdengar saat kondisi lingkungan sekitar masih sangat gelap.

ADVERTISEMENT

"Ada warga yang memberitahukan mendengar suara orang seperti sedang ribut di pojok. Ditambah lagi, ada warga sebelah sini yang mendengar jeritan minta tolong. Namun karena suasana masih gelap dan takut, mereka tidak berani keluar rumah untuk memastikan," ujar Dadang saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).

Dadang menambahkan, sebelum korban ditemukan meninggal dunia, seorang warga juga sempat melihat Sumarna masih beraktivitas sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Saat itu, almarhum terlihat sedang melakukan peregangan otot di sekitar pos penjagaan tempatnya bertugas.

Terkait spekulasi bahwa peristiwa ini ada kaitannya dengan aksi vandalisme yang sempat ditegur oleh korban, Dadang menilai kemungkinan tersebut sangat kecil. Pasalnya, korban pernah bercerita langsung kepadanya mengenai teguran tersebut.

"Kalau masalah vandalisme, saya yakin bukan. Saya pernah bertemu dengan almarhum hari Kamis sekitar jam setengah empat pagi. Almarhum bilang sempat menegur kelompok itu, tapi secara baik-baik dan tidak ada konflik," jelas Dadang.

Selain itu, Dadang mengaku telah melakukan pendataan di lima RT yang berada di bawah naungan RW 07 Desa Kembangkuning. Hasilnya, tidak ditemukan adanya warga setempat yang diamankan oleh pihak kepolisian terkait kasus ini.

Hingga saat ini, Tim Penyidik Satreskrim Polres Purwakarta bersama Tim Inafis telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) berulang kali di lokasi penemuan jasad korban, yakni di Perairan Tanggul Kayat, Waduk Jatiluhur. Bahkan, unit anjing pelacak (K9) turut diterjunkan untuk menyisir jejak pelaku.

Kendati demikian, pihak kepolisian masih belum membeberkan petunjuk signifikan terkait identitas pelaku maupun penyebab pasti kematian korban.

Warga dan keluarga korban berharap kepolisian dapat segera menguak misteri kematian Sumarna agar pihak keluarga mendapatkan kepastian hukum dan pelaku dapat diproses secara hukum.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads