Delapan hari pascatewasnya Sumarna, satpam BUMN Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur yang ditemukan tenggelam dengan tangan terborgol, Satreskrim Polres Purwakarta bersama Tim Inafis Polda Jawa Barat kembali menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang pada Jumat (31/7/2026) sore.
Langkah ini dilakukan guna mencari bukti-bukti tambahan serta mengejar petunjuk keberadaan pelaku pembunuhan yang hingga kini belum terungkap. Olah TKP difokuskan pada dua lokasi utama: Pos Satpam Bendungan Tanggul Kayat-tempat korban bertugas sebelum menghilang-serta tepi Waduk Jatiluhur tempat ditemukannya jasad korban.
Dalam olah TKP ulang tersebut, Tim Inafis Polda Jabar menyisir setiap sudut Pos Satpam Tanggul Kayat yang kini telah dipasang garis polisi. Petugas mencari jejak sidik jari milik pihak lain yang diduga berada di lokasi sebelum peristiwa terjadi. Selain itu, petugas juga memeriksa kembali area tepi danau tempat korban ditemukan tewas tenggelam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam yang turun langsung ke lokasi mengungkapkan bahwa sebelumnya sejumlah warga sempat enggan memberikan keterangan karena takut atau canggung dengan suasana kepolisian.
Melihat kondisi tersebut, Kapolres melakukan pendekatan humanis dan spiritual untuk menenangkan masyarakat sekitar.
"Bapak, Ibu, saya datang ke sini bukan hanya sebagai seorang polisi, tapi sesama umat manusia yang punya kewajiban membantu sesama. Ada kewajiban Hablum minannas, hablum minallah. Jika Ibu menyampaikan apa adanya ke kami, setidaknya bisa membantu keluarga korban cepat mendapatkan kepastian hukum," ujar AKBP Febri Nurzam ditemui di TKP, Jumat (31/07/2026).
Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Warga kini mulai terbuka memberikan informasi mendalam terkait aktivitas di sekitar lokasi sebelum, saat, hingga sesudah peristiwa pembunuhan terjadi.
Kepolisian telah mengamankan dan memeriksa belasan kamera pengawas (CCTV). Rekaman tersebut melacak pergerakan korban sejak berangkat dari rumah menuju tempat tugasnya.
"Saksi yang diperiksa saat ini sudah bertambah lebih dari 15 orang. Rekaman CCTV dari rute keberangkatan korban jam per jam juga sedang dalam proses analisa mendalam," tegas AKBP Febri.
Hingga saat ini, pihak keluarga korban bersama warga sekitar menantikan kejelasan kasus tersebut dan berharap kepolisian dapat segera mengungkap pelaku demi tegaknya kepastian hukum.
(iqk/iqk)
