Maraknya aksi begal yang belakangan terjadi di Kota Bandung membuat rasa aman warga terusik. Tak sedikit masyarakat yang kini diliputi rasa waswas setiap kali harus berkendara pada malam hari, terutama saat melintasi ruas jalan yang sepi.
Rasa takut itu bahkan mendorong sebagian warga meminta pengawalan aparat kepolisian demi bisa pulang dengan selamat. Salah satunya dialami Adinda Religia, warga Kopo Sayati, Kabupaten Bandung.
Gadis yang bekerja di kawasan Jalan Rajawali itu memilih meminta bantuan polisi untuk mengawalnya menuju rumah di Kecamatan Margahayu setelah menyelesaikan pekerjaannya pada malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi fenomena tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto memastikan masyarakat tidak perlu ragu meminta bantuan kepolisian apabila merasa terancam atau takut saat hendak pulang pada malam hari.
Menurut Pipit, seluruh jajaran kepolisian di Jawa Barat telah diminta untuk memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang membutuhkan pengawalan.
"Boleh, boleh, boleh. Jadi apabila ada ketakutan, ini himbauan kepada seluruh warga, memang mungkin mau pulang jamnya sudah terlalu malam dan ketakutan, tolong informasikan dan laporkan kepada kepolisian," kata Pipit, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Infografis: Begal Seharga Rp 50 Juta |
Ia menegaskan, kepolisian akan merespons setiap permintaan bantuan tersebut. Petugas yang berjaga di titik-titik rawan akan dikerahkan untuk membantu masyarakat agar dapat tiba di rumah dengan aman.
"Saya umumkan nanti akan saya perintahkan jajaran di mana pun berada agar merespons ya. Iya, karena nanti ada di spot-spot tertentu ya sudah ada anggota yang siaga di situ," ujarnya.
