Infografis: Begal Seharga Rp 50 Juta

Infografis: Begal Seharga Rp 50 Juta

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 23 Jul 2026 14:33 WIB
Ilustrasi pembegalan.
Infografis Sayembara Tangkap Begal. (Visual infografis diolah menggunakan NotebookLM dan ChatGPT)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tidak biasa dalam memerangi kejahatan jalanan yang kian meresahkan masyarakat.

Melalui sebuah sayembara resmi, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut menjanjikan imbalan finansial yang cukup besar bagi warga yang berani dan mampu melumpuhkan pelaku kriminal seperti begal, copet, hingga jambret. Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya aksi kekerasan di jalanan, termasuk insiden pembacokan pemotor oleh begal bermobil di Sukabumi baru-baru ini.

Sayembara Tangkap Penjahat

Dedi menyiapkan dana apresiasi bagi warga yang memiliki keberanian untuk membantu tugas kepolisian dalam mengamankan lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Besaran Hadiah: Nilai apresiasi yang disiapkan bervariasi, mulai dari Rp 5 juta hingga maksimal Rp 50 juta. Besaran hadiah tersebut ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan dan aksi penangkapan yang dilakukan oleh warga di lapangan.
  • Syarat Utama: Pelaku kejahatan harus diserahkan kepada pihak berwenang dalam kondisi hidup.

"Saya memberikan sayembara untuk seluruh warga Jabar yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret. Kami siapkan hadiah dari Rp 5 juta sampai Rp 50 juta, yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi Mulyadi pada Kamis (23/7/2026).

Penguatan Pengamanan dan Patroli 'Lampu Nyala'

Selain mengandalkan peran serta masyarakat, Dedi Mulyadi menginstruksikan penguatan pengamanan melalui koordinasi antar-aparat penegak hukum, terutama di kawasan rawan seperti Bandung Raya.

ADVERTISEMENT
  • Sinergi Aparat: Pemprov Jabar berkoordinasi intensif dengan Polda Jabar dan direncanakan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk menjaga wilayah perbatasan.
  • Intensitas Patroli: Aparat diminta meningkatkan kehadiran di lapangan pada malam hari agar dampak pencegahan kriminalitas benar-benar dirasakan warga.
  • Instruksi Teknis: Mobil patroli diwajibkan siaga dengan lampu tanda bahaya yang terus menyala sepanjang malam.

"Pertama, mobil patroli harus siaga dalam setiap malam, lampu tanda bahayanya harus terus menyala, Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu," tutur Dedi.

Menghidupkan Siskamling sebagai Budaya Gotong Royong

Gubernur juga menekankan pentingnya pertahanan mandiri di tingkat lingkungan terkecil melalui pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

  • Prinsip Dasar: Keamanan wilayah dipandang sebagai wujud gotong-royong masyarakat dalam menjaga diri dan lingkungan.
  • Edukasi Warga: Masyarakat diajak untuk waspada namun berani dalam menghadapi aksi kriminalitas yang mengancam keselamatan.

"Warga bersiskamling menjaga diri dan dijaga diri, ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong-royong. Saya ucapkan terima kasih, mari kita bersama, waspada, berani. Kita lawan berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," ujar Dedi.



(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads