Sayembara yang diumumkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bagi warga yang berhasil melumpuhkan dan menangkap pelaku begal mendapat direspons Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto. Ia menyebut sayembara tersebut merupakan bentuk motivasi agar masyarakat ikut berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan, bukan menggantikan tugas kepolisian.
Menurut Pipit, penanganan kejahatan tetap menjadi kewajiban aparat. Namun, keterlibatan masyarakat melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling) dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
"Ya kita menyambut baik bahwa Bapak Gubernur juga memiliki keinginan memberikan motivasi kepada semua warga untuk berpartisipasi dalam menjaga Kamtibmas ya. Contohnya yang tadi disampaikan beliau itu, kalau ada kejadian sibuk memviralkan tapi lupa menolong," kata Pipit saat ditemui di Kantor Kelurahan Sukamiskin, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan masih banyak masyarakat yang lebih memilih merekam sebuah peristiwa dibanding memberikan pertolongan secara langsung.
"Tadi ada masalah sampah, difoto apa divideoin sampahnya tapi lupa memungut atau membuang di tempat yang sebenarnya, kira-kira seperti itu. Ada yang kecelakaan, diviralkan, divideoin tapi lupa menolong," ujarnya.
Karena itu, Pipit memandang sayembara tersebut sebagai dorongan agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya, sementara polisi tetap menjalankan tugas penegakan hukum.
"Artinya bahwa tadi dengan berkaitan dengan Bapak Gubernur menyampaikan sayembara ya menurut saya ini adalah wujud pemberian semangat ya, motivasi kepada semua pihak ya, kecuali pihak kepolisian. Karena pihak kepolisian ini kan menurut saya adalah tanggung jawab dan itu memang sudah tugasnya. Wajib melakukan penegakan hukum terhadap seperti begal," katanya.
Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali siskamling sebagai upaya mencegah aksi kriminalitas.
"Begal menjadi atensi bersama ya, menjadi konsentrasi bersama seluruh warga agar meningkatkan siskamling ya. Tadi Bapak Gubernur menyampaikan berarti semua yang sedang tidak bekerja, langsung Siskamling. Siapa tahu ketemu begal, ditangkap, diserahkan pihak kepolisian, nanti pihak kepolisian melaporkan Pak Gubernur, ini atas bantuan warga ya. Sehingga nanti akan dapat bonus dari Bapak Gubernur," ucapnya.
Baca juga: Dongeng Sunda Jenaka Melawan Begal |
Polisi Ingatkan Warga Jangan Main Hakim Sendiri
Meski mendukung partisipasi masyarakat, Pipit mengingatkan warga agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri ketika berhadapan dengan pelaku kejahatan. Menurutnya, membela diri harus dilakukan asal tidak menimbulkan bahaya.
"Risiko tentu saja kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Namun, pembelaan diri juga penting ya, pembelaan diri apabila melawan. Tapi kalau tidak melawan, diamankan dengan baik agar tidak banyak luka, tidak membahayakan bagi nyawa siapapun ya, bagi nyawa siapapun, segera diinformasikan kepada kepolisian, kepolisian wajib merespons secara cepat," tegasnya.
Terkait penggunaan alat pelindung diri saat ronda malam, Pipit mengatakan hal itu dapat disesuaikan dengan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah melalui koordinasi dengan tiga pilar, yakni kepala desa atau lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
"Kalau alat pelindung diri saya pikir untuk Siskamling nanti silakan nanti koordinasi kan ada tiga pilar ya, ada Kepala Desa, ada Bhabinkamtibmas, ada Babinsa. Nanti apa yang cocok di wilayah masing-masing sesuai tingkat ancamannya ya," katanya.
"Ya sesuai tingkat ancamannya. Kalau ancamannya di situ tidak terlalu berat, mungkin yang penting adalah ada nomor telepon aparat yang terdekat di situ ya," lanjutnya.
Pipit juga mengungkapkan pengungkapan kasus begal di Jawa Barat terus menjadi perhatian. Pada 2025, Polda Jabar mencatat sekitar 150 kasus begal berhasil diungkap. Sedangkan hingga Juli 2026, jumlah kasus yang berhasil diungkap telah mencapai sekitar 40 kasus.
"Kemarin pelaku begal kita sudah mengungkap kalau total ini tahun 2025 ini 150-an ya. Tapi untuk sampai bulan ke Juli kemarin, ini data itu masih 40-an ya. Ya saya kemarin ada di catatan saya, tapi yang penting adalah pengungkapannya kami tahun yang lalu rata-rata di 65 persen, kita akan tingkatkan menjadi 70 sampai 80 persen," pungkasnya.
