Tentara-Polisi Jaga Malam Cimahi dari Begal hingga Geng Motor

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 16 Jul 2026 23:00 WIB
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra dan Dandim 0609/Cimahi, Letkol Inf. Ratno (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

Personel gabungan TNI dan Polri memperketat pengamanan di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui patroli berskala besar. Langkah ini diambil guna merespons potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mulai dari aksi geng motor, pembegalan, hingga ancaman debt collector yang kian meresahkan di Jawa Barat.

Melalui skema Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), petugas menyisir sejumlah titik rawan pada malam hari. Fokus utama operasi ini adalah mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan yang kerap beraksi saat situasi sepi.

"Negara harus hadir menjaga harkamtibas di wilayahnya, termasuk Polri dan TNI di wilayah Cimahi dan Bandung Barat. Kita intensifkan patroli utamanya di malam hari apalagi sedang marak begal," kata Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra di Makodim 0609/Kota Cimahi, Kamis (16/7/2026).

Operasi terintegrasi ini dilaksanakan tanpa batas waktu yang ditentukan, dengan mengacu pada program Jaga Rawat Jawa Barat. Program tersebut mengedepankan empat pilar utama, yakni kolaboratif, adaptif, responsif, dan solutif dalam menangani setiap dinamika keamanan di lapangan.

"Kolaboratif itu ya seperti ini, kami berkoordinasi dengan TNI dalam pelaksanaan patroli di lapangan. Dan kolaborasi TNI/Polri sudah berjalan sejak lama terus dirawat sampai saat ini," ujar Niko.

Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodim 0609/Kota Cimahi, Letkol Inf. Ratno menegaskan komitmen TNI untuk mendukung penuh Polri dalam menjamin rasa aman bagi warga Cimahi dan Bandung Barat. Sinergi ini memastikan penanganan gangguan keamanan dilakukan secara cepat dan terukur.

"Kita saling mendukung kegiatannya, terutama dalam menjaga harkamtibmas. Tentunya boleh kami terlibat dalam penanganan sesuatu perkara yang urgen, namun setelahnya kami koordinasi dengan kepolisian," tutur Ratno.

Selain menyasar pelaku kriminal, aparat juga memberikan atensi khusus pada praktik intimidasi oleh penagih utang atau debt collector di jalan raya. Masyarakat yang merasa terancam diimbau untuk tidak ragu mencari perlindungan ke kantor militer terdekat, seperti Makodim maupun Koramil.

"Kemudian misalnya ada ancaman debt collector, masyarakat tidak cuma bisa mencari perlindungan ke kantor polisi, namun kami terbuka juga bagi masyarakat," pungkas Ratno.



Simak Video "Video Momen Hangat Silaturahmi Kapolri-Panglima TNI"

(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork