Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta jajaran di wilayahnya tidak bersikap seolah-olah aman di tengah maraknya aksi kriminal jalanan, terutama begal. Farhan meminta kewaspadaan ditingkatkan, sekaligus memasifkan penindakan di lapangan.
Sebagaimana diketahui, aksi begal terbaru terjadi di Flyover Kopo. Seorang pria yang hendak berangkat kerja diadang dua orang hingga mengalami luka berat, serta sepeda motor dan telepon genggamnya dirampas oleh pelaku.
Tak hanya di Flyover Kopo, aksi begal ini juga terjadi di Jalan BKR. Tiga orang pelaku begal yang sebelumnya merampas motor dan telepon genggam korban berhasil ditangkap polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersama Pak Kapolres sudah berkesepakatan bahwa setiap kejadian begal itu memang kita ekspos. Tujuannya kita waspada dan para aparat juga sudah melakukan penindakan," kata Farhan saat ditanya awak media soal Bandung rawan begal, Rabu (15/7/2026).
Farhan menduga ada dua hal yang membuat Bandung kini rawan begal, mulai dari faktor ekonomi dan dugaan siklus tahunan saat anak sekolah sedang memasuki waktu libur.
Hal yang dikhawatirkan Farhan adalah siklus tahunan masa libur sekolah. Pasalnya, data yang ia kumpulkan menunjukkan tren kejadian yang cukup tinggi.
"Nanti begitu sekolah mulai akan turun lagi. Nah, mudah-mudahan ini kita bisa tekan terus ya. Karena bagaimanapun juga kita dalam penanganan masalah ini nggak mau pura-pura aman. Kita mah apa adanya aja," ujarnya.
"Apa yang ada itu yang kita tangani langsung. Tapi mudah-mudahan nanti angkanya makin lama makin menurun. Cuma rata-rata kan pelaku di bawah umur, belasan tahun," tambahnya.
Terkait pelaku di bawah umur, Farhan telah meminta kepolisian agar tetap menindak mereka. Sebab, ia menduga anak-anak ini dijadikan alat untuk bergabung ke kelompok tertentu.
"Kalau udah melanggar hukum, kita pasti tindak. Tetapi penindakannya berbeda karena mereka adalah pelaku di bawah umur. Jadi, ada perlindungan khusus. Nah, itu yang saya khawatirkan makanya," katanya.
"Karena jangan-jangan upaya untuk tindakan yang mereka ini dijadikan sebagai upaya untuk rekrutmen masuk ke dalam kelompok-kelompok kekerasan gitu," pungkasnya.
Simak Video "Video 3 Remaja di Tambora Dikejar Kelompok Bersajam Sampai Nabrak Tiang"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
