Rebutan penumpang di pangkalan ojek menjadi petaka di Sukabumi. Hal ini bahkan berujung pembacokan.
Korbannya adalah tukang ojek inisial R alias Poce (59). Ia sampai harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan usai dibacok. Pembacokannya sendiri terjadi di Jalan Citamiang, Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Insiden berdarah ini dipicu oleh perkara sepele, yakni rebutan penumpang di pangkalan ojek setempat. Terduga pelaku, S alias Black, diketahui bukan orang asing bagi korban, melainkan tetangga dekatnya sendiri yang juga sesama tukang ojek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marni (44), salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian, menuturkan peristiwa itu terjadi saat dirinya baru saja pulang dari wilayah Gading. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), suasana sudah mencekam dan dipadati oleh aparat kepolisian serta warga.
"Pas lagi lewat pulang dari Gading, ada kejadian pembacokan antara sesama ojek, berebut penumpang. Di lokasi sudah banyak polisi," kata Marni saat diwawancarai, Rabu (15/7/2026).
Keributan disinyalir bermula saat seorang calon penumpang datang ke pangkalan. Berdasarkan kesepakatan pangkalan, seharusnya penumpang tersebut menjadi jatah korban (Poce). Namun, S alias Black mendadak menyerobot, hingga memicu cekcok mulut yang berujung pada aksi penganiayaan berat.
"Satu orang penumpangnya mah, yang mau ngojek. Cuma harusnya bagian si korban. Si pelaku mau narik juga, panas kali tuh. Penumpang korban direbut sama pelaku, terus (korban) dibacok," jelas Marni.
Situasi saat kejadian berlangsung sangat mencekam. Warga maupun rekan sesama ojek di lokasi tak ada yang berani melerai lantaran terduga pelaku menyerang secara membabi buta menggunakan senjata tajam jenis celurit. Usai melukai korban, pria berinisial S itu langsung melarikan diri.
"Banyak sesama ojek nggak bantu, takut kan pelaku bawa senjata tajam berupa celurit. Waktu pas kejadian (setelah membacok) udah enggak ada orangnya, langsung kabur," tambahnya.
Akibat serangan tersebut, Poce mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, mulai dari wajah, kepala, hingga kaki. Korban sempat dibawa ke RS Betha Medika Cisaat, namun karena kondisinya kritis, ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Medika Cibadak untuk penanganan lebih intensif.
"Dibacok bagian muka, kepala, sama kaki. Sempat dibawa ke Akbar (RS), tapi gak mau nangani karena lukanya besar-besar. Jadi dibawa ke Medika Cisaat, terus sekarang dirawatnya di Medika Cibadak, belum pulang," jelas Marni.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, membenarkan peristiwa penganiayaan berat tersebut. Pihaknya telah menerima laporan resmi dan saat ini tim buser tengah memburu keberadaan terduga pelaku.
"Baru terbit laporan. Proses penyelidikan sedang berjalan," kata Hartono saat dihubungi.
Hartono menegaskan motif utama di balik aksi pembacokan ini murni karena perselisihan jatah penumpang. Ia juga membenarkan antara korban dan terduga pelaku saling mengenal.
"Modusnya rebutan penumpang. Terduga pelaku (S alias Black) masih kawan atau tetangganya korban," pungkasnya.
