Tak Ada Maaf untuk Taufik Hidayat

Tak Ada Maaf untuk Taufik Hidayat

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 26 Jun 2026 21:50 WIB
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat yang berstatus daftar pencarian orang di Kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung yang selanjutnya akan diperiksa atas kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita berinisial YTR selama tiga tahun. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.
Tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan Taufik Hidayat saat ditangkap polisi. (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Bandung -

Taufik Hidayat (30), pelaku penganiayaan dan penyekapan terhadap kekasihnya sendiri, YTR (29), akhirnya tertunduk lesu. Di hadapan publik, ia mengucap kata maaf dan mengaku menyesal atas aksi kekerasan yang dilakukannya. Namun, penyesalan itu tak menghapusnya dari jeratan hukum; Taufik kini resmi dijebloskan ke sel tahanan.

Meski permintaan maaf telah disampaikan secara terbuka saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026), pihak keluarga korban tampaknya sudah menutup pintu damai. Luka fisik dan psikis yang dialami YTR menyisakan trauma mendalam bagi keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ucapkan terimakasih ke Pak Kapolda dan kepada Pak KDM dan Pemprov yang biayai pengobatan," kata Afif saat jumpa pers dengan awak media.

"Harapan untuk pelaku, saya enggak mau pelaku dihukum mati, saya pengen dia diserahkan kepada keluarga," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Merespons isak tangis dan penyesalan Taufik, Afif dengan nada bergetar menegaskan bahwa pihak keluarga tidak akan memberikan ampunan. Baginya, kata maaf terlalu sederhana dibandingkan penderitaan yang dialami adiknya.

"Tidak ada kata maaf, dia enteng katakan maaf, sedangkan adik saya kayak gini, tidak ada kata maaf," tegasnya.

Rasa geram yang sama juga disuarakan oleh ayah YTR. Sebagai orang tua, ia mengaku hancur melihat kondisi putrinya yang menjadi korban kebengisan pelaku.

"Saya sebagai orang tua nya, gak ada kata maaf, sampai mati saya dendam. Sakit, lebih sakit anak saya. Minta hukum seberat-beratnya," pungkasnya.

(wip/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads