Round-Up

Serangan Anjing Pemburu di Jasinga yang Hadirkan Petaka

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 09 Jun 2026 08:30 WIB
Ilustrasi digigit anjing. (Foto: Getty Images/iStockphoto/dimid_86)
Bogor -

Teriakan seorang ayah bernama Solehudin (41) di Kampung Tipar, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, kini jadi sorotan setelah viral di media sosial. Dia baru saja kehilangan anak laki-lakinya berinisial MAS (9), setelah ditengarai menjadi korban serangan anjing pemburu.

Jasad anak tak berdosa itu ditemukan oleh warga sekitar pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Padahal sebelum kejadian, sang ayah baru mengizinkan anaknya untuk pergi memancing di saluran irigasi.

Namun kemudian, kejadian tersebut menjadi kabar yang memilukan bagi keluarga korban. Jasad anak laki-laki ini ditemukan dengan kondisi telungkup di atas rerumputan, serta mengalami luka di bagian kepala dengan bentuk yang tak beraturan.

Setelah menerima laporan tersebut, polisi kini sudah turun tangan. Dari hasil pemeriksaan awal, sekitar 20 orang kemudian diamankan untuk dimintai keterangan secara mendalam, termasuk mendalami aktivitas kelompok pemburu yang berada di lokasi saat kejadian.

Begitu kasus ini jadi sorotan, polisi kemudian memeriksa total 57 orang. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto bahkan ikut turun tangan dengan mendatangi Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri guna memastikan pengujian sampel barang bukti berjalan akurat melalui metode scientific crime investigation.

"Hari ini kami mengawal langsung pengujian sampel di Puslabfor Bareskrim Polri. Penanganan kasus Jasinga ini dilakukan secara menyeluruh dan berskala besar," kata AKBP Wikha, Senin (8/6/2026).

Selain penegakan hukum, Polres Bogor bergerak cepat mengantisipasi ancaman penyakit menular (zoonosis). Polisi bersinergi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bogor untuk melakukan pelacakan, sterilisasi, serta pengujian rabies terhadap ratusan hewan yang terkait dengan pusaran kasus ini.

"Terkait penanganan hewan, kami berkoordinasi ketat dengan Dinas Peternakan dan Perikanan untuk memeriksa total 125 ekor hewan, di mana 109 ekor berhasil diamankan untuk tes rabies, 4 ekor mati, dan 12 ekor masih dalam pencarian," ujar Kapolres.

Di tengah penyelidikan, ayah korban kini sedang mempertimbangkan jalur hukum atas tragedi kematian anaknya, MAS. Tujuannya, ia dan keluarga ingin mendapat keadilan dari tragedi memilukan tersebut.

Dalam perbincangannya, Solehudin saat itu baru mengetahui kabar duka yang menimpa anaknya bukan dari lokasi kejadian. Informasi dari warga lah yang pertama kali dia dengar, dan itu langsung membuatnya merasakan hal yang tak karuan.

"Kalau cerita saya juga nggak tahu kejadiannya. Saya dapat kabar dari warga kampung sebelah kalau anak saya sudah meninggal," kata Solehudin di Polres Bogor.




(ral/orb)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork