Polisi membongkar komplotan penipuan online atau scammer jaringan internasional yang bermarkas di Solo Baru, Sukoharjo. Terungkap, ada mantan artis yang bertugas jadi pemikat calon korban.
Direktur Direktorat Reserse Siber (Dit Ressiber) Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Himawan Susanto Saragih menyebut wanita mantan artis itu berinisial F. F juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia berperan sebagai model untuk melakukan video call guna meyakinkan korban.
"Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban," kata Himawan dalam jumpa pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (1/6/2026).
Himawan menjelaskan, awalnya tim marketing di jaringan scammer itu yang menggaet korban. Jika korban tidak yakin untuk berinvestasi, maka tugas marketing itu digantikan oleh si model.
"Marketing itu mendapat korban. Apabila di dalam pendalaman mereka si korban butuh keyakinan, maka yang tampil adalah bukan marketing, tapi model. Karena marketing ini ingin supaya korban segera melakukan investasi yang sudah ada, yang sudah ditawarkan," ungkap Himawan.
Dia menyebut F merupakan mantan artis. Namun, dia enggan mengungkap sosok F secara detail.
"Kemudian untuk model dari kalangan apa? Yang jelas model dari mantan artis, itu aja," kata Himawan.
Dari foto yang ditampilkan dalam jumpa pers tersebut, F memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter, berkulit putih, dan memiliki beberapa tato di tangan dan leher.
Pendekatan Emosional
Himawan membeberkan para pelaku menggunakan foto dan video perempuan untuk menarik perhatian korban. Bahkan, jaringan tersebut juga menyiapkan model asli untuk melakukan video call secara langsung agar hubungan emosional kepercayaan korban meningkat.
"Modus ini sangat terstruktur dan memanfaatkan sisi psikologis korban. Korban dibuat merasa memiliki hubungan personal sehingga tanpa sadar melakukan transfer dana secara bertahap dalam jumlah besar," ujar Himawan.
"Setelah korban percaya, korban diarahkan melakukan investasi pada platform trading crypto palsu yang telah dimanipulasi sehingga dana yang disetorkan sepenuhnya dikuasai jaringan pelaku," lanjutnya.
Usai kepercayaan terbangun, Himawan mengatakan korban kemudian diarahkan melakukan transfer investasi melalui website trading crypto yang telah dimanipulasi sistemnya.
(yum/yum)