Pria Palak Mobil Pelat B di Dago Ditangkap

Pria Palak Mobil Pelat B di Dago Ditangkap

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 31 Mei 2026 09:12 WIB
Ilustrasi penangkapan, ilustrasi borgol
Foto: Ilustrasi penangkapan (A.Prasetia/detikcom)
Bandung -

Aksi pemalakan terhadap seorang pengendara mobil berpelat nomor B di kawasan Dago Atas, Kota Bandung, yang sempat viral di media sosial berakhir di tangan aparat kepolisian. Pelaku yang meminta uang kepada korban dengan dalih menjaga keamanan kini telah diamankan.

Kasus tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (23/5) lalu, sesaat setelah Persib Bandung merayakan gelar juara Super League 2025/2026. Pelaku diduga merupakan oknum Bobotoh yang merayakan gelar juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang beredar, pelaku yang mengaku bernama Demon sempat menanyakan asal daerah pengendara. Setelah mengetahui korban berasal dari luar daerah, pelaku kemudian meminta sejumlah uang dengan alasan agar perjalanan korban aman.

Pelaku yang tampak tak mengenakan baju hanya memakai syal di leher itu bahkan sempat mengintimidasi korban dengan ancaman kerusakan kendaraan apabila permintaannya tidak dipenuhi.

ADVERTISEMENT

"Tambahin tambahin tambahin mau hancur di depan, udah koordinasi sama Demon," kata pelaku.

"Terserah berapa aja mau Rp 50 ribu mau berapa terserah. Ya terserah aja," lanjutnya.

Setelah videonya viral, polisi langsung bergerak melakukan penelusuran. Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson memastikan pelaku kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan.

"Pelaku sudah kita amankan, jadi sudah kita amankan di Polsek Coblong dan sekarang sudah dilakukan penyelidikan," kata Riki, Minggu (31/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa aksi pemalakan itu dilakukan saat pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras. Uang yang diminta kepada korban diduga akan digunakan untuk membeli minuman keras kembali.

"Motifnya, jadi pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi," ucap dia.

Hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut. Nominal uang yang sempat diberikan korban kepada pelaku juga belum dapat dipastikan karena korban belum membuat laporan resmi maupun dimintai keterangan oleh penyidik.

Disorot Gubernur

Peristiwa itu juga mendapat perhatian langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi memastikan pelaku telah ditangkap setelah berkoordinasi langsung dengan jajaran kepolisian.

"Saya sudah koordinasi dengan Kapolda Jabar, pelakunya sudah diamankan di Polsek Coblong," kata Dedi.

Dedi menegaskan tidak ada ruang bagi aksi pemalakan maupun premanisme di Jawa Barat. Ia mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak menjadikan intimidasi dan pemerasan sebagai cara mencari penghasilan.

"Seluruh warga Jabar jangan coba-coba melakukan pemalakan, premanisme pada siapa pun baik warga Jabar maupun luar warga Jabar yang berkunjung ke Jawa Barat," tegasnya.

Menurut Dedi, tindakan semacam itu tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencoreng citra Jawa Barat sebagai daerah tujuan wisata dan investasi. Karena itu, pemerintah dan aparat penegak hukum akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat.

"Saya sampaikan kita tidak segan memproses hukum agar kebiasaan ini bisa dihentikan. Berusahalah dengan baik, masih terbuka cari rezeki yang halal, dibanding bergaya preman mengganggu ketertiban keselamatan orang," ujarnya.

Dedi juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang berhasil mengamankan pelaku tidak lama setelah kasus tersebut mencuat ke publik.

"Terimakasih kepolisian yang telah menangani masalah ini dengan cepat," katanya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video Pramono soal Preman Pecahkan Mangkok Tukang Bakso di Tanah Abang"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads