Polemik sanksi FIFA yang melarang Persib Bandung mendaftarkan pemain baru turut respons langsung dari mantan bek Maung Bandung, Daisuke Sato. Pemain asal Filipina itu menegaskan, larangan registrasi pemain yang kini menimpa Persib bukan muncul karena laporan baru yang ia ajukan kepada FIFA.
Dalam pernyataan resminya, Sato menjelaskan bahwa perkara tersebut merupakan sengketa kontrak lama yang bermula setelah kerja samanya dengan Persib berakhir paruh musim 2023/2024. Kasus itu kemudian diproses melalui jalur hukum sepak bola hingga menghasilkan keputusan yang telah berkekuatan tetap.
"Saya ingin memberikan klarifikasi terkait diskusi yang berkembang belakangan ini mengenai larangan pendaftaran pemain (FIFA registration ban) yang dijatuhkan kepada PERSIB Bandung," kata Sato dalam keterangan di media sosial pribadinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sato, publik perlu memahami bahwa perkara yang kini berujung pada sanksi FIFA bukanlah persoalan baru. Sengketa tersebut sudah berjalan sejak kontraknya diakhiri oleh Persib tiga tahun lalu.
"Permasalahan ini bukan merupakan hasil dari laporan baru atau tindakan terbaru dari pihak saya. Masalah ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya, Daisuke Caumanday Sato, setelah kontrak saya diakhiri pada tahun 2023," ujarnya.
Baca juga: Biang Kerok yang Bikin Persib Disanksi FIFA |
Sato mengaku sejak awal berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara profesional. Namun menurutnya, situasi yang terjadi saat itu membuat dirinya tidak memiliki pilihan selain menempuh jalur hukum untuk mempertahankan hak-haknya sebagai pemain profesional.
"Sejak awal, saya berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya. Namun, karena cara situasi kontrak saya ditangani pada saat itu, serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan yang masuk akal selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum," tegasnya.
Ia menjelaskan, setelah kasus diperiksa oleh badan sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang, keputusan akhir justru menguatkan posisinya. Persib sendiri, kata Sato, sempat menggunakan seluruh jalur hukum yang tersedia selama proses berjalan.
"Kasus ini kemudian diperiksa oleh badan sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang. Persib Bandung memilih untuk menggugat atau menempuh upaya hukum yang tersedia dalam perkara ini. Setelah seluruh tahapan proses selesai, keputusan yang dihasilkan menguatkan posisi saya," katanya.
Dalam keterangannya, Sato juga mengungkapkan bahwa Persib sempat meminta agar putusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyebut identitas pemain maupun klub. Namun permintaan itu ditolak karena pihaknya menilai proses tersebut harus berjalan secara transparan.
"Persib meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain maupun klub, dengan alasan menjaga kehormatan dan reputasi. Kami menolak permintaan tersebut karena kami meyakini bahwa persoalan ini seharusnya ditangani secara transparan," ungkapnya.
Karena itu, Sato menegaskan bahwa sanksi transfer ban yang kini dijatuhkan FIFA bukanlah akibat tindakan terbaru dari dirinya. Menurutnya, hukuman tersebut muncul karena keputusan final yang sudah ada, belum dipenuhi dalam batas waktu yang ditentukan.
"Oleh karena itu, larangan pendaftaran pemain yang saat ini dijatuhkan FIFA bukanlah karena saya baru melaporkan klub sekarang. Larangan tersebut merupakan konsekuensi dari tidak dipatuhinya keputusan final dalam batas waktu yang telah ditentukan," ungkap Sato.
Meski sedang bersengketa dengan mantan klubnya, Sato memastikan dirinya tidak pernah memiliki masalah dengan Persib maupun Bobotoh. Ia mengaku tetap menghormati klub yang pernah dibelanya tersebut.
"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib maupun dengan klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, dan sepak bola Indonesia," tuturnya.
Sato juga menegaskan proses hukum yang ditempuhnya tidak pernah dilandasi sentimen pribadi ataupun keinginan merugikan Persib. Karena itu, ia meminta publik dan Bobotoh melihat perkara tersebut secara utuh sebelum melontarkan tudingan maupun kritik kepadanya.
"Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub ataupun para pendukungnya. Proses ini semata-mata bertujuan untuk melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati," ujarnya.
"Saya dengan hormat meminta kepada publik dan para suporter untuk memahami kronologi lengkap permasalahan ini sebelum memberikan penilaian atau mengarahkan kritik kepada saya," lanjut Santo.
(bba/yum)
