Harapan Belasan Kiai di Jabar Usai Tertipu Janji Modus Dapur MBG

Harapan Belasan Kiai di Jabar Usai Tertipu Janji Modus Dapur MBG

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 13 Mei 2026 14:30 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Bandung -

Sebanyak 13 kiai pengasuh pondok pesantren di Jawa Barat (Jabar) tertipu janji dibuatkan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kerugian per orang pun ditaksir mencapai Rp 700-800 jutaan.

Belasan kiai tersebut memang belum melaporkan kasus ini ke polisi. Namun, mereka telah meminta pendampingan ke LBH PP Pemuda Ansor karena kasus serupa diduga terjadi di daerah lain di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat berbincang bersama detikJabar, Pengurus LBH PP Pemuda Ansor sekaligus Advokat dan Koordinator Tim Hukum Pesantren Korban Dapur MBG Koperasi DSN, Afriendi Sikumbang mengatakan para kiayi meminta nantinya kasus tersebut bisa diusut secara transparan. Sebab, perkara ini telah mencoreng dunia pesantren.

"Harapannya pertama, mereka ingin ada proses penegakan hukum yang adil. Jadi, orang-orang telah menipu itu telah merusak citra pendidikan Islam, pesantren, merusak marwah mereka di daerah," katanya, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Kemudian, para kiai juga punya keinginan bisa mengelola SPPG sendiri di pesantrennya masing-masing. Hal itu dilakukan supaya pesantren mereka memiliki kemandirian dalam mengasuh sejumlah santrinya.

"Yang kedua, para kiai inj memang berharap dengan kasus ini mudah-mudahan ada peluang diberi kesempatan untuk mendapatkan dapur dari MBG. Kemarin juga waktu ketemu PBNU, mereka mendorong mudah-mudahan kasus ini bisa membawa berkah gitu untuk mendapatkan dapur MBG di pesantren," pungkasnya.

Diketahui, kasus dugaan penipuan ini dijalankan sekelompok orang yang mengaku berasal dari koperasi berinisial DSN. Adapun ketiga belas kiai yang tertipu tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Cirebon, Kuningan, Depok, Bekasi hingga Sukabumi.

Sebelum belasan kiai ini tertipu lebih jauh, mereka yang mengaku berasal dari koperasi ini terlebih dahulu menjanjikan pesantren tersebut bakal mengelola program MBG. Namun syaratnya, setiap pesantren harus menyiapkan lahan seluas 400 meter.

Setelah lahannya tersedia, para kiai diminta untuk menyiapkan kontraktor sendiri demi bisa membangun dapur MBG. Namun sebelum membangun dapur MBG, para kiai diminta menyerahkan uang pendaftaran dengan nominal Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Dari hasil perhitungan, proses untuk membangun dapur MBG pun membutuhkan biaya senilai Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,5 miliar. Sekelompok orang dari koperasi ini bahkan nekat meminta fee kepada para kontraktor dengan nilai 8-10 persen atau sekitar Rp 72 jutaan jika dapur MBG tersebut mau dibangun.

Bahkan, untuk meyakinkan para kiai, mereka mengajak para pengasuh pondok pesantren itu berkunjung ke kantornya di wilayah Cianjur. Dari sini lah, kecurigaan itu mulai datang di benak para kiai di Jabar.

Sebab ternyata, kantor koperasi tersebut terbilang tak layak untuk sebuah lembaga yang mengklaim menjadi mitra dari program MBG. Bahkan menurut penuturan para kiai, kantor koperasi tersebut tak jauh berbeda kondisinya dengan tempat pemancingan.




(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads