Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mencekam pascapertandingan bergengsi antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada Minggu malam (10/5/2026) lalu.
Pihak kepolisian mengungkap adanya rentetan keributan yang pecah di beberapa titik berbeda dalam satu malam yang sama. Informasi yang diberikan Kapolsek Cibadak Kompol I Djubaedi memaparkan bahwa sejumlah kejadian tersebut pecah dalam waktu yang hampir bersamaan saat massa suporter mulai membubarkan diri dari berbagai lokasi nonton bareng.
Hingga Selasa (12/5/2026), polisi mencatat setidaknya tiga orang Bobotoh harus menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Sekarwangi akibat luka bacok dan hantaman benda tumpul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi Minggu malam itu ada beberapa kejadian. Cuma yang lainnya belum mau buat laporan," ujar Kompol I Djubaedi dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan keterangan tertulis kepolisian, salah satu insiden paling menonjol terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Bantarmuncang, Desa Sekarwangi.
Di lokasi ini, dua pemuda yakni TMA dan YFA menjadi korban amuk massa. TMA mengalami luka robek di kepala bagian kanan, sementara YFA menderita cedera rusuk serius hingga mengalami sesak napas.
Hanya berselang lima belas menit dari kejadian pertama, penyerangan kembali pecah di Jalan Al-Muwahidin, Desa Karangtengah. Seorang pemuda inisial M yang tengah dalam perjalanan pulang usai mengikuti nobar di Gedung PCNU dihadang secara mendadak.
M mengalami luka bacok yang cukup parah tepat di bagian tengah kepalanya. Kondisi ngeri di lapangan turut dikonfirmasi oleh para korban yang kini masih terbaring lemas di ranjang rumah sakit.
Salah satu korban mengisahkan bagaimana ia terjebak dalam pengepungan puluhan orang di area perlintasan kereta api yang gelap gulita. Ia menggambarkan situasi saat itu sangat tidak seimbang di mana nyawa mereka terancam oleh massa yang beringas.
"Pelakunya banyak banget, mungkin satu lawan dua puluh orang. Ada batu, botol kaca, kayu, sampai bambu, semua masuk mengenai badan. Kita lagi lewat, tiba-tiba kena serangan," ungkap salah satu korban dengan nada getir saat ditemui awak media di RSUD Sekarwangi tidak lama setelah kejadian.
Para pelaku diduga menyerang secara membabi buta dengan memanfaatkan kondisi lokasi yang minim penerangan sehingga sulit untuk diidentifikasi.
Selain melakukan kekerasan fisik, kelompok penyerang tersebut diduga sempat merampas atribut dan bendera suporter yang dibawa oleh para korban sebelum pengeroyokan terjadi.
"Pas di rel itu tiba-tiba dicegat. Di depan ada, di belakang ada. Awalnya saya nggak menghiraukan, tapi bendera saya diambil. Niatnya mau misahin teman yang dipukuli, eh malah saya yang kena pukul," tambah korban lainnya.
Pembacokan di Cibolang
Seorang pemuda dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dalam kondisi kritis usai diduga menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal. Korban datang dengan tubuh penuh luka dan kondisi tak sadarkan diri.
Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Jalur Lingkar Selatan, Cibolang, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (10/5) malam usai pertandingan Persib Vs Persija. Sekitar dua jam setelah kejadian, korban akhirnya tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit sekitar pukul 23.00 WIB.
Humas RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dr Irfanugraha mengatakan, saat tiba di rumah sakit kondisi korban cukup mengkhawatirkan. Tim medis langsung melakukan penanganan darurat untuk menyelamatkan nyawanya.
"Pasien datang sekitar pukul 11 malam dengan kondisi sudah tidak sadar disertai luka-luka. Informasinya korban dibacok oleh orang tidak dikenal di daerah jalur saat konvoi sekitar dua jam sebelumnya," kata Irfanugraha kepada detikJabar, Selasa (12/5/2026).
Di ruang IGD, petugas medis berjibaku melakukan tindakan resusitasi untuk memperbaiki tanda-tanda vital korban. Luka-luka terbuka di sejumlah bagian tubuh langsung dijahit sambil tim dokter melakukan pemeriksaan lanjutan.
"Dilakukan tindakan resusitasi, kemudian penjahitan luka. Pemeriksaan lainnya dilakukan cek laboratorium darah, rontgen dada dan kaki, serta CT scan kepala," ujarnya.
Korban diketahui mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh. Luka terbuka tampak di bagian kepala belakang atas, bibir, leher, lutut kiri hingga jari tangan kanan.
"Yang paling berat terdapat fraktur terbuka pada kepala," ucap Irfan.
Meski sempat kritis, kondisi korban kini mulai membaik. Pemuda berusia sekitar 17 hingga 20 tahun itu disebut sudah sadar meski masih mengeluhkan nyeri hebat di sejumlah luka yang dialaminya.
"Saat ini pasien sudah sadar dan sedang menunggu rencana operasi," katanya.
detikJabar berusaha menghubungi pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli sempat membenarkan kejadian tersebut. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, kasus itu kini ditangani Polsek Cibadak, Polres Sukabumi.
"Benar kami mendapatkan laporan tersebut. Namun info dari Polsek Cisaat, itu masuk wilayah kabupaten, dan sudah ditangani oleh Polsek Cibadak," kata Ade singkat.
Kemudian, Kapolsek Cibadak Kompol I Djubaedi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kejadian. "Kita menunggu keluarganya membuat laporan. Itu awalnya wilayah kota (Sukabumi), informasi dikejar masuk wilayah perbatasan Cisaat dan Cicantayan," katanya.
(sya/sud)
