Penyebab kematian pria berinisial R (30), korban dugaan pengeroyokan di Jalan Raya Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap. Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal dunia akibat luka tusuk yang menembus paru-paru.
Autopsi dilakukan tim dokter forensik RSUD R Syamsudin SH. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah luka akibat benda tajam di bagian punggung korban yang berujung fatal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, Nurul Aida Fathia, menjelaskan bahwa luka tusuk di punggung korban menembus hingga ke paru-paru dan pembuluh darah besar di area dada. Kondisi itu menyebabkan perdarahan hebat di dalam tubuh sekaligus mengganggu sistem pernapasan korban.
"Penyebab kematian akibat kekerasan tajam di bagian belakang tubuh. Lukanya menembus paru dan pembuluh darah di dada, sehingga terjadi perdarahan masif dan gangguan napas," ujar Aida, Selasa (5/5/2026).
Secara keseluruhan, korban mengalami enam luka tusuk. Selain itu, ditemukan pula banyak luka akibat kekerasan tumpul seperti memar, lecet, dan luka robek di sejumlah bagian tubuh.
Aida juga mengungkapkan, meski luka tusuk tergolong parah, darah tidak banyak terlihat keluar dari tubuh korban. Hal itu karena posisi paru-paru menutup bagian pembuluh darah yang terluka, sehingga perdarahan lebih banyak terjadi di dalam tubuh.
"Perdarahannya justru banyak di dalam, itu yang berbahaya. Jadi tidak terlihat muncrat ke luar karena tertutup oleh paru-paru," jelasnya.
Sebelumnya, R menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pria pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 17.30 WIB di kawasan Jalan Raya Sukaraja, tepatnya dekat Pool Bus MGI rute Sukabumi-Bandung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat dianiaya menggunakan tangan kosong dan benda tumpul. Ia juga mengalami penusukan hingga akhirnya tersungkur dan diseret di lokasi kejadian. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap para pelaku.
Korban diketahui merupakan warga Kampung Babakan Limbangan, Desa Sukaraja. Ia bekerja sebagai buruh harian. Saat kejadian, korban sempat terlibat cekcok dengan sejumlah orang sebelum akhirnya dikeroyok.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat korban melintas di jalan nasional tersebut. Ia kemudian diteriaki oleh salah satu terduga pelaku berinisial M. Korban pun menghampiri hingga terjadi adu mulut yang berujung pengeroyokan.
"Terduga pelaku langsung memukul korban secara bersama-sama," kata Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui sehari sebelum kejadian, tepatnya pada Jumat (1/5), korban diduga sempat menganiaya M di kawasan simpang Goalpara. Akibatnya, M mengalami luka sobek di bagian wajah hingga harus menjalani 10 jahitan.
"Motif sementara diduga karena balas dendam, terkait kejadian penganiayaan sehari sebelumnya," jelasnya.
(orb/orb)
