Warga Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Minggu (19/4) malam mendadak heboh. Menyusul aksi dugaan penculikan yang menimpa dua orang pedagang bakso.
Pedagang bakso berinisial S (48) dan keponakannya F (20) tiba-tiba diserang sekelompok pria. S dipukuli kemudian sempat diculik atau dibawa paksa oleh para pelaku.
Menjelang tengah malam, polisi akhirnya berhasil menemukan keberadaan S dan F. Diduga aksi penculikan dan penganiayaan itu dipicu oleh dugaan pelecehan yang dilakukan S terhadap seorang perempuan yang jajan bakso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa itu berawal dari adanya pasangan kekasih yang jajan bakso kepada S.
"Setelah magrib ada perempuan jajan bakso," kata W, istri S.
Namun perempuan yang diketahui berinisial E warga Kecamatan Cipedes itu mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari S. Dia mengaku bagian sensitif tubuhnya disentuh oleh S.
"Iya katanya perempuan itu dilecehkan sama suami saya, dia sempat marah," kata W.
Dia sendiri mengaku tidak mengetahui persis tudingan itu, sebab dia sedang berada di lantai atas. "Saya lagi di atas, yang melayani si Mas sama ponakannya," kata W.
Akhirnya perempuan yang ditemani pacarnya itu pergi. Tapi sekitar pukul 19.30 WIB, kios bakso S didatangi oleh sekelompok pria yang mengendarai 3 sepeda motor.
S dan F kemudian diserang, dia sempat dipukuli lalu dibawa dengan sepeda motor. "Anak saya lihat bapaknya dipukuli terus dibawa sama orang-orang itu," kata W.
Mamat, pedagang roti bakar yang berada persis di depan lapak bakso mengaku melihat keributan itu.
"Awalnya saya kira yang jajan bakso ribut, tapi ternyata si mas bakso sama keponakannya dibawa," kata Mamat.
Dia sendiri mengaku tak sempat melerai atau mencegah penganiayaan dan penculikan itu.
Usai kejadian itu warga setempat geger, warga berdatangan dan berusaha mencari keberadaan S dan F. Hingga akhirnya polisi turun tangan.
Sekitar pukul 23.00 WIB, polisi akhirnya berhasil menemukan S dan F di rumah perempuan yang mengaku dilecehkan di daerah Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes. Para pihak yang terlibat kemudian dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota.
Pamapta Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Joni Jonansa mengatakan kejadian itu sedang dalam penanganan. Kedua belah pihak masih didalami keterangannya. Sepintas menurut Joni kejadian ini dipicu kesalahpahaman.
"Kemungkinan ada kesalahpahaman antara penjual baso dengan pembeli, yang timbul di masyarakat kasus penculikan," kata Joni.
Joni mengatakan polisi sudah mengamankan kedua belah pihak, baik pedagang bakso yang diculik mau pun perempuan yang mengaku dilecehkan.
"Dari si mas tukang bakso dengan dari pihak perempuan yang disangka dilecehkan sama si mas tukang bakso. Sudah dimintai keterangan di Mapolres Tasikmalaya Kota untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Joni.
Dia menegaskan ada 2 perkara dalam peristiwa yang menghebohkan warga Tasikmalaya ini. Yakni kasus dugaan pelecehan seksual dan kasus penganiayaan. Kedua pihak ini diperiksa polisi di ruangan yang berbeda.
"Jadi dua perkara, pelecehan dan penganiayaan. Prosesnya seksual masih didalami. Mudah-mudahan cepat beres," kata Joni.
Baca juga: Viral Duel Pelajar SD dan SMP di Cianjur |
Beni, Ketua RT di lingkungan tempat tinggal perempuan yang diduga dilecehkan membenarkan jika dua pedagang bakso itu ada di wilayahnya.
"Sekitar jam 8 malam saya dipanggil oleh keluarga perempuan itu. Intinya minta bantu dimediasi kasus pelecehan," kata Beni.
Saat dia datang ke rumah perempuan inisial E itu, dua tukang bakso tersebut sudah ada. Menurut Beni ketika itu S mengakui perbuatannya melecehkan E.
"Tapi saat itu saya nggak tahu kalau pedagang bakso itu dibawa dengan cara paksa. Saya tahunya setelah polisi datang. Ternyata masalahnya serumit ini," kata Beni.
(dir/dir)
