Tanpa Jejak Rusak, 8 Mikroskop Raib dari Lemari Laboratorium IPB

Tanpa Jejak Rusak, 8 Mikroskop Raib dari Lemari Laboratorium IPB

Andry Haryanto - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 12:05 WIB
Ilustrasi mikroskop
Ilustrasi mikroskop. Foto: dok. Kemenkeu
Bogor -

Lemari itu dibuka seperti biasa. Seorang karyawan di laboratorium Departemen Biologi IPB University hendak mengambil mikroskop untuk digunakan. Namun pagi itu, yang ia temukan justru ruang kosong di tempat alat seharusnya berada.

Awalnya, kehilangan itu diduga hanya satu atau dua unit. Laporan pun mengalir ke petugas keamanan kampus. Sekitar pukul 10.00 WIB, informasi tersebut diteruskan ke polisi. Tim dari Polsek Dramaga datang ke lokasi, memeriksa ruangan, membuka satu per satu lemari penyimpanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya di luar dugaan. Jumlah yang hilang bukan satu atau dua, melainkan delapan unit mikroskop.

Kapolsek Dramaga AKP Agripinus Motani Zalukhu menyebut pola kehilangan itu tidak terjadi dalam satu waktu. Dari setiap lemari, ada yang berkurang satu, ada pula dua unit.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil pengecekan, hilangnya tidak sekaligus. Di masing-masing lemari itu ada yang berkurang satu sampai dua," ujar Zalukhu saat dikonfirmasi detikJabar.

Petugas kemudian menelusuri kemungkinan masuknya pelaku. Namun tidak ada tanda-tanda yang lazim ditemukan dalam kasus pencurian. Pintu tidak rusak. Jendela tidak terbuka paksa. Tidak ada jejak pembongkaran.

Kondisi itu membuat penyelidikan bergerak ke arah lain, bukan soal bagaimana pelaku masuk, melainkan siapa saja yang memiliki akses ke dalam ruangan.

"Tidak ditemukan kerusakan di pintu maupun jendela. Ini yang sedang kami dalami, termasuk kemungkinan akses tanpa paksaan," kata AKP Agripinus.

Sejumlah pihak yang berkaitan dengan aktivitas di laboratorium telah dimintai keterangan. Polisi mencoba merangkai potongan informasi untuk mengetahui kapan tepatnya setiap unit hilang, sekaligus mengidentifikasi pihak yang patut diduga terlibat.

Nilai kerugian tidak kecil. Satu unit mikroskop diperkirakan seharga Rp25 juta. Jika dihitung keseluruhan, kehilangan itu mendekati Rp200 juta.

Dari sisi kampus, Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr. Alfian Helmi, memastikan peristiwa tersebut telah ditangani secara bersama.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Departemen Biologi. Memang benar ada kehilangan delapan unit mikroskop di laboratorium, dan kasus ini sedang diusut bersama Polsek Dramaga," ujarnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads