Serangan satwa liar kembali membuat heboh. Koloni monyet menyerang warga Kampung Legok Kadu Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa sore (14/4).
"Betul, masuk ke permukiman kami. Monyetnya ada beberapa," kata Asid, Ketua RT Legok Kadu kepada detikJabar, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawanan monyet liar awalnya berkeliaran di halaman rumah. Koloni monyet ini memanjat ke pohon-pohon hingga genting rumah warga.
Beberapa monyet memaksa masuk rumah. Salah satu kaca jendela rumah warga bernama Nanang pun pecah akibat ulah koloni monyet. Koloni ini tak menyerang manusia.
"Kawanan monyet mecahin kaca masuk ke dalam rumah, acak-acak rumah. Untung pemilik rumah lagi di luar jadi nggak diserang," kata Asid.
Kapolsek Salawu AKP Dedi Darsono membenarkan serangan monyet liar. Monyet memecahkan kaca rumah, kemudian mencari makanan. Beberapa monyet diketahui sudah mengambil nasi di meja makan.
"Iya memecahkan kaca rumah, kemudian monyet ambil nasi yang ada di meja makan," kata Dedi Darsono kepada detikjabar.
Warga kemudian berupaya mengusir monyet menggunakan alat seadanya. Aksi warga itu membuat koloni monyet kocar-kacir.
"Jadi, kata RT di sana kalau tidak menemukan makanan, mereka seperti marah hingga merusak perabotan rumah," kata Dedi Darsono.
Dedi memastikan koloni monyet yang meneror Kampung Legok Kadu itu bukanlah peliharaan. Monyet tersebut berasal dari hutan.
"Monyet dari hutan, dia nyari makan di kampung. Demikian menurut warga sekitar," kata Dedi Darsono.
Kedatangan gerombolan monyet ke Kampung Legok Kadu memang sering terjadi, sehingga membuat masyarakat resah. Polisi bersama aparatur desa dan Kecamatan Salawu turun tangan. Petugas berupaya meminta bantuan BPBD untuk mengusir monyet dengan alat khusus.
"Kami turun tangan ke lokasi bantu warga yang rumahnya dirusak. Kami juga berupaya antisipasi monyet kembali turun," kata Dedi Darsono.
(sud/sud)










































