Drama Pelarian Pembunuh Sopir Online, Datangi Dukun-Ditembak Polisi

Kabupaten Sukabumi

Drama Pelarian Pembunuh Sopir Online, Datangi Dukun-Ditembak Polisi

Siti Fatimah - detikJabar
Sabtu, 18 Nov 2023 20:23 WIB
Ilustrasi penangkapan, ilustrasi borgol
Foto: Ilustrasi borgol (A.Prasetia/detikcom)
Sukabumi -

JF (30) dan DP (23), warga Pangandaran ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sopir online. Selama kurang dari dua minggu buron, mereka sempat mendatangi seorang dukun di Garut demi mengelabui petugas kepolisian.

Seperti diketahui, mayat Suparno, sopir taksi online ditemukan di dalam mobil yang terparkir di minimarket Kampung Cireunghas, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (7 /11) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Dia tewas usai wajah, tangan dan kedua kakinya terikat lakban kuning.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Suparno. Sebelum ditangkap, pelaku yang diketahui berinisial JF (30) dan DP (23) sempat berupaya menghilangkan jejak kejahatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo mengungkapkan, para pelaku sempat terdeteksi di Pangandaran, Garut, Jakarta hingga ke Tangerang. Bahkan, pelaku sempat mengandalkan orang pintar (dukun) untuk menghalangi pandangan penyidik untuk melakukan pengejaran.

"Iya sempat ke dukun di salah satu tempat (Garut)," kata Ari di Mapolres Sukabumi Kota, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Sukabumi, Sabtu (18/11/2023).

ADVERTISEMENT

Selain kabur ke berbagai wilayah, keduanya juga berusaha melarikan diri saat proses penangkapan di Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Akibatnya, polisi melakukan tindakan tegas dan terukur.

"Kemarin pada saat personel yang melakukan pengejaran dan penangkapan bahwa terduga pelaku mencoba melarikan diri dan menghindari petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terukur," ujarnya.

Ari menjelaskan kronologi pembunuhan yang dilakukan para tersangka. Awalnya kedua pelaku beraksi untuk melakukan pencurian dengan kekerasan.

"Kedua pelaku ini melakukan aksinya mulai dari Jakarta bahwa sengaja dari terduga pelaku akan melaksanakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan terhadap korban yang merupakan salah satu driver daripada ojol," kata Ari.

Tepatnya di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pelaku memesan driver online dan membuat kesepakatan dengan korban untuk mematikan aplikasinya. Keduanya meminta untuk diantar ke kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

"Kurang lebih malam hari pada tanggal 7 itu berhenti di bahu jalan, kemudian kedua pelaku ini melaksanakan aksinya dengan salah satu pelaku di belakang memegang korban kemudian ditarik ke belakang diikat dengan menggunakan lakban maupun tali rafia. Dipindahkan ke bagian belakang mobil, kemudian dibawa lagi jalan," ujarnya.

Pelaku berencana membuang korban di salah satu tempat. Namun saat akan dibuang, keduanya baru menyadari jika korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. "Pelaku kebingungan kemudian jalan terus sampai ke Cireunghas di parkiran Indomaret, parkir di situ," sambungnya.

Sialnya, saat pelaku akan membawa kendaraan mobil Daihatsu Xenia, mobil tersebut tiba-tiba mogok. Kedua pelaku pun meninggalkan korban di dalam mobil dan menggasak handphone serta uang tunai sebesar Rp300 ribu.

"Pelaku ketika mau membawa korban ternyata kendaraan mengalami trouble, tidak bisa dibawa sehingga sama pelaku ditinggalkan di parkiran Indomaret tersebut," kata Ari.

Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu satu unit kendaraan roda empat jenis Daihatsu Xenia berwarna putih dengan nopol B 1774 EYF, lakban dan juga tali rafia yang digunakan oleh kedua pelaku untuk mengikat korban. Para pelaku diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup.

"Untuk kedua pelaku kita jerat dengan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman seumur hidup ataupun hukuman mati dan penjara 20 tahun kemudian dijerat juga dengan pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian dengan ancaman pidana paling lama adalah 15 tahun," tutupnya.

(mso/mso)


Hide Ads