Ucapan 'Mati' dari Ferdy Sambo ke Eliezer soal Brigadir Yosua

Kabar Nasional

Ucapan 'Mati' dari Ferdy Sambo ke Eliezer soal Brigadir Yosua

Tim detikNews - detikJabar
Rabu, 30 Nov 2022 22:30 WIB
Orang tua Brigadir Yosua Hutabarat menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Bharada Eliezer di PN Jaksel, Selasa (25/10/2022). Bharada E sempat sungkem ke orang tua Yosua sebelum sidang.
Momen Bharada Eliezer di ruang sidang (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta -

Bharada Richard Eliezer alias Bharada E membongkar kalimat tegas Ferdy Sambo sebelum penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Ada kata 'mati' yang diucapkan Sambo kepada Eliezer.

Eliezer blak-blakan di hadapan hakim dalam sidang pembunuhan Yosua yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Rabu (30/11/2022). Dalam sidang tersebut, Eliezer bersaksi atas terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal.

Dialog dari Ferdy Sambo ke Eliezer itu terjadi di rumah Saguling pada 8 Juli 2022. Dia menuturkan mulanya dia dipanggil oleh Ferdy Sambo untuk duduk di sofa lantai atas. Eliezer mengungkap kondisi Sambo emosional kala itu.


Dalam kesaksiannya, Eliezer menyebut Ferdy Sambo membahas terkait peristiwa di Magelang sehari sebelumnya.

"FS (Ferdy Sambo) bilang ke saya, 'Kamu tahu nggak ada kejadian apa di Magelang?' Saya bilang nggak tahu," ucap Eliezer sebagaimana dilansir dari detikNews.

Masih di tempat yang sama, Eliezer menuturkan Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo datang mendekat. Saat itu, ucap Eliezer, Putri menangis.

"(Ferdy Sambo bilang) Yosua melecehkan Ibu di Magelang. Saya kaget, takut, karena kami ajudan di Magelang. Saya diam, dalam hati saya, 'Ini betul kah?'," kata Eliezer.

"(Sambo bilang) 'Kurang ajar! Dia sudah nggak menghargai saya, dia menghina harkat martabat saya'. Emosi, nangis, muka merah. Sesekali dia diam nangis, dia bilang 'Memang harus dikasih mati anak itu, nanti kau yang tembak manusia itu'," imbuh Eliezer menirukan ucapan Sambo saat itu.

Eliezer mengartikan kalimat tersebut sebagai perintah. Eliezer mengaku tak bisa menjawab lantaran takut. Di saat bersamaan, eks Kadiv Propam Polri itu juga merumuskan skenario pembunuhan Yosua termasuk skenario tembak menembak.

"Saya nggak jawab sama sekali, masih antara takut, ini nyata kah yang dia sampaikan. Jadi gini Cad skenario dia Jelaskan, ibu dilecehkan Yosua, ibu teriak, kamu dengar kamu respons, Yosua ketahuan, Yosua tembak kamu, kamu tembak balik, Yosua yang mati," kata Eliezer sambil menirukan Sambo kala itu.

"Dia Jelaskan itu saya kaget, saya disuruh bunuh orang, pikiran saya kalau disuruh bunuh orang, tertekan. 'Sudah kamu aman karena posisi nya kamu bela ibu', kamu bela diri ditembak duluan," imbuhnya.

Setelah Sambo menjabarkan skenario tembak menembak, Eliezer mengatakan Sambo bicara dengan Putri. Mereka bicara bisik-bisik.

"Di samping itu sempat ngobrol sama ibu, pelan. Membahas tentang CCTV, kedua tentang sarung tangan. Bapak bisik ke ibu saya nggak bisa dengar, kayanya dia bilang 'iya nanti pakai sarung tangan'," ucap Eliezer.

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini



Simak Video "Amnesty Internasional Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Brigadir J"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)