4 ASN Dihadirkan di Sidang Auditor BPK Jabar Penerima Suap

4 ASN Dihadirkan di Sidang Auditor BPK Jabar Penerima Suap

Wisma Putra - detikJabar
Senin, 03 Okt 2022 18:46 WIB
Sidang kasus auditor BPK Jabar penerima suap.
Sidang kasus auditor BPK Jabar penerima suap. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Kasus terdakwa empat auditor BPK RI Perwakilan Jabar penerima suap dari Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin memasuki babak baru. Sidang pemerikasaan saksi dari ASN Pemkab Bogor digelar di Ruang Sidang IV R Soebekti, Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (3/10/2022).

Empat saksi yang merupakan ASN Pemkab Bogor ini yaitu Kasubag Penatausahaan Keuangan Setda Pemkab Bogor Rully Faturahman, Sekretaris BPKAD Kabupaten Bogor Anggi Hadian, Sub Koordinator BPKAD Hani Lesmanawati dan Kabid AKTI Badan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Wiwit.

Sedangkan keempat terdakwa dari auditor BPK RI Perwakilan Jabar ini dihadirkan secara daring yaitu Kepala Subauditorat Jabar III Anton Merdiansyah, dan tiga pemeriksa di BPK RI Jabar Arko Mulawan, Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah dan Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa.


Salah satu saksi ASN Pemkab Bogor yakni Kasubag Penatausahaan Keuangan Setda Pemkab Bogor Rully Faturahman mengatakan dirinya tidak pernah diperintahkan Ade Yasin untuk memberikan uang suap kepada para auditor BPK Jabar. Menurutnya, selama memberikan uang beberapa kali ke BPK atas saran dari Ihsan Ayatullah.

"Saya hanya dengar bahwa Ihsan bilang ke Bupati untuk minta bantuan ke Gerry, saat itu keuangan sedang jelek," kata Rully kepada Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih.

Seperti diketahui, Ihsan saat itu merupakan Kepala Sub Bidang Kas Daerah pada BPKAD Pemkab Bogor dan kini statusnya sudah terdakwa dengan vonis empat tahun penjara.

Rully juga menegaskan kepada JPU KPK, jika dirinya tidak mengetahui secara pasti apakah Ade Yasin menugaskan Ihsan untuk menyuap BPK Jabar.

Hal tersebut juga dimuat dalam BAP nomor 39. Dari keterangan BAP itu menunjukkan bahwa dirinya hanya mendapatkan tugas dari Ihsan Ayatullah.

"Sesuai dari BAP 39 saya hanya menerima arahan dari Ihsan, bukan dari Ade Yasin," terangnya.

Terkait uang suap untuk Ketua BPK, ia tak mengetahui. Ia hanya berikan beberapa kali kepada auditor langsung bukan ke ketua BPK Jabar. "Soal sekolah Ketua BPK Jabar saya tidak mengetahui, saya tidak mendengar," tuturnya.

Dalam dakwaannya, keempat terdakwa auditor BPK Jabar itu menerima hadiah atau janji berupa uang berjumlah Rp 1,9 Miliar melalui Ihsan Ayatullah, Maulana Adam dan Rizki Taufik Hidayat yang merupakan ASN Pemkab Bogor.

Uang tersebut diterima para terdakwa secara bertahap sejak Oktober 2021 sampai April 2022. Dalam perkara ini, Hendra menerima sebesar Rp 520 juta, Anton Rp 25 juta dan Rp 350 juta, Arko Rp 195 juta dan Gerry Rp 195 juta.

Empat terdakwa ini diancam Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana sebagai mana dakwaan pertama.

Empat terdakwa juga dianggap melanggar Pasal 11 jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana, sebagaimana dakwaan kedua.

Agenda sidang pemeriksaan saksi digelar kembali pada pekan depan dengan menghadirkan saksi lainnya.

(wip/orb)