Ahli Akuntansi Ungkap Hasil Penelitian di Sidang Doni Salmanan

Ahli Akuntansi Ungkap Hasil Penelitian di Sidang Doni Salmanan

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 15:44 WIB
Sidang Doni Salmanan
Foto: Yuga Hassani/detikJabar
Kabupaten Bandung -

Sidang kasus penipuan aplikasi Quotex yang menjerat terdakwa Doni Salmanan kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung. Saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali mendatangkan ahli akuntansi.

Salah ahli Akuntansi, Didik kurniawan mengatakan dalam adanya kasus tersebut telah melakukan penelitian terhadap beberapa saksi yang mengaku sebagai korban. Dari 142 korban dalam kasus tersebut, sebanyak 9 korban telah dilakukan penelitian.

"Seingat saya ada sekitar 142 korban, dan yang dilakukan penelitian sebanyak 9 korban untuk dikroscek," ujar Didik menjawab pertanyaan majelis hakim ketua Achmad Satibi, Kamis (29/9/2022).


Pihaknya menjelaskan penelitian tersebut dilakukan secara detail. Bahkan, kata dia, para korban tersebut diteliti hingga ke rekening koran dari bank.

"Kalau yang 9 korban itu dilakukan dicroscek sampai ke rekening koran. Dari 9 contoh korban tersebut sering juga melakukan deposit, terus sering juga whitedraw (WD), gak hanya satu kali," katanya.

Didik mengungkapkan dari hasil laporan penelitian tersebut langsung melakukan penghitungan ulang. Bahkan menurutnya dari penghitungan tersebut ada yang berbeda-beda.

"Walaupun menurut saya itu tidak 90 persen akurat. Soalnya dari 9 orang itu ada yang wajar, dan ada satu korban yang tidak wajar," jelasnya.

"Alasannya dari surat keterangan korban, hasil penelitian, sama data rekapitulasi, ketiganya menunjukan tiga angka kerugian yang berbeda-beda," tambahnya.

Didik menuturkan dalam akuntansi pengeluaran dan pemasukan haruslah sesuai. Sehingga nantinya tidak akan mengalami kerugian.

"Saya memandangnya dari sisi akuntansi, cash in harus sama dengan cash out atau WD. Kalau tidak, melakukan bisnis akan seperti itu (rugi). Bisnis yang menguntungkan akan menambah deposit, kalau merugikan akan mengurangi deposit. Kalau banyak WD itu deposit berkurang," ucapnya.

Dia mengaku tidak mengetahui bagaimana cara melakukan trading tersebut. Namun dirinya hanya melakukan penelitian mengenai deposit dan WD.

"Soal permainan saya gak tahu," kata Didik.

Didik menambahkan dalam kasus tersebut dirinya tidak bisa melakukan audit. Sehingga dirinya hanya sekedar melakukan penelitian.

"Saya hanya penelitian biasa. Soalnya saya hanya sebagai akuntan pendidik, audit itu harus dilakukan oleh auditor. Saya tidak sebagai kapasitas audit, karena tidak ada izin praktek sebagai audit," tuturnya.

Dia mengungkapkan hanya menerima data korban yang diberikan penyidik Bareskrim Polri. Kemudian dirinya langsung melakukan penelitian.

"Yang digunakan diberikan rekapan mengenai kerugian, rincian wd, rincian depo, rincian kerugian, rincian data-data korban apakah betul memang melakukan trading menggunakan platform quotex

"Jadi saya tidak dipertemukan ke korban, hanya hitung dari dokumen saja," pungkasnya.



Simak Video "Polri Telah Periksa 64 Saksi dan 10 Ahli Terkait Kasus Doni Salmanan"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)